Maqam Nabi Ibrahim Diusulkan Dipindah dari Kabah

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 4 Desember 2014 12:45
Maqam Nabi Ibrahim Diusulkan Dipindah dari Kabah
Dalam usulan itu Al-Harby berpendapat tak ada teks Islam yang menyatakan Makam Ibrahim yang pasti. Tak ada teks pula yang menyatakan Makam Ibrahim tak boleh dipindah.

Dream - Profesor Bahasa Arab dari Universitas Umm Al-Qura, Abdulaziz Al-Harby, mengusulkan pemindahan maqam (jejak kaki) Nabi Ibrahim, dari tengah ke pinggir lokasi tawaf. Sehingga memberikan ruang yang lebih lega bagi jamaah haji maupun umrah saat melakukan tawaf.

Dalam usulan itu Al-Harby berpendapat tak ada teks Islam yang menyatakan Maqam Ibrahim yang pasti. Tak ada pula teks yang menyatakan Makam Ibrahim tak boleh dipindah.

" Ini (Maqam Ibrahim) dulu dipindahkan ke tempat yang sekarang karena dulu lebih dekat dengan Kabah," kata Al-Harby dikutip Dream dari Saudi Gazette, Kamis 4 Desember 2014.

Maqam Ibrahim merujuk pada batu yang diyakini sebagai tempat berdiri Nabi Ibrahim. Pada batu itu terdapat bekas telapak kaki yang diyakini milik Nabi Ibrahim saat membangun Kabah.

Panjang bekas telapak kaki itu 27 cm, lebar 14 cm, dan dalamnya 10 cm. Jarak antara telapak kanan dan kiri 1 sentimeter.

Saat ini, Maqam Ibrahim terletak 8 meter di sebelah timur Kabah. Atas perintah Khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi, di sekeliling batu Maqam Ibrahim itu telah diikat dengan perak dan dibuat kandang besi berbentuk sangkar burung.

Peneliti dan Konsultan dari Pusat Penelitian Sunnah dan Quran, Ahmad Bin Qasim Al-Ghamdi, mengatakan ada bukti bahwa peninggalan itu pernah dipindah dari tempat semula ke tempat saat ini. Pemindahan itu dilakukan masa kepemimpinan Umar Bin Khattab saat melakukan perluasan Masjidil Haram.

Usulan penggeseran Maqam Ibrahim ini mendapat penolakan dari sejumlah kalangan. Seorang jurnalis sekaligus penulis, Faez Jamal, mengatakan situs itu tak pernah menjadi penghalang bagi jamaah dalam melakukan tawaf mengelilingi Kabah maupun salat di Masjidil Haram.

" Yang perlu dilakukan adalah mengatur salat di belakang Maqam Ibrahim karena jamaah mulai berkerumun dan mengganggu pergerakan jamaah lain," kata Faez.

Sementara, Insinyur Jamal Shaqdar, mengatakan pemindahan Maqam Ibrahim akan mempengaruhi seluruh dunia Islam. Tak hanya Arab Saudi.

" Lokasi monumen itu saat ini benar-benar berada di lokasi srategis dalam manajemen kerumunan. Kita harus memanfaatkan ini dan melakukan studi strategis pada manajemen kerumunan dan memfasilitasi gerakan jamaah haji," tutur Shaqdar. (Ism)

Beri Komentar