Masjid Baiturrahman Aceh Segera `Disulap` Jadi Masjid Nabawi

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 20 Juni 2014 16:17
Masjid Baiturrahman Aceh Segera `Disulap` Jadi Masjid Nabawi
Sejumlah fasilitas akan ditambah, mulai basement hingga dermaga di sungai. Diperkirakan penambahan infrastruksut itu akan menghabiskan biaya Rp 1,1 triliun.

Dream - Pemerintah Provinsi Aceh berencana memperluas infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman. Dengan perluasan itu diharapkan jamaah semakin nyaman beribadah di masjid legendaris ini. Selain itu, perluasan ini juga akan menjadikan masjid di Banda Aceh ini sebagai ikon internasional.

" Pemerintah Aceh merencanakan perluasan infrastruktur Baiturrahman bernuansa Masjid Nabawi di Madinah. Salah satunya penambahan payung raksasa di pekarangan berukuran 15 dan 25 meter," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, dikutip Dream.co.id dari laman Nahdlatul Ulama, Jumat 20 Juni 2014.

Pemprov Aceh akan melengkapi Masjid Baiturrahman dengan basement untuk tempat wudu dan area parkir. Selain itu juga tempat minum di beberapa sudut masjid.

Untuk jangka panjang, pekarangan masjid juga akan diperluas hingga ke bantaran Sungai Aceh. Di sungai itu juga akan dibangun dermaga, sehingga masyarakat bisa datang ke masjid ini melalui sungai itu dengan kapal yang akan disiapkan.

Zaini menambahkan, untuk mewujudkan rencana ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Diperkirakan penambahan infrastruksut itu akan menghabiskan biaya Rp 1,1 triliun. “ Harapan kita semoga keinginan itu mendapat dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Aceh,” tambah dia.

Tak hanya memperluas infrastruktur, Pemprov Aceh juga akan menjadikan Masjid Baiturrahman sebagai pusat pendidikan agama. Sekolah, mulai tingkat dasar hingga menengah atas, akan dibangun di belakang masjid.

" Rencananya juga akan dibangun sebuah gedung untuk pertemuan yang dapat digunakan oleh para ulama dan acara pernikahan. Semoga keinginan ini dapat terwujud," ujar Zaini.

Dia berharap dukungan dari para ulama dan cendekiawan Aceh tidak hanya dalam bentuk gagasan. Melainkan juga terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturrahman.

Baiturrahman adalah masjid dengan sejarah panjang. Cikal bakal masjid negara ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Namun masjid itu kemudian terbakar habis saat agresi Belanda pada April 1873.

Empat tahun berselang, tepatnya Maret 1877, penguasa Belanda, Gubernur Jenderal Van Lansberge, menyatakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang terbakar itu. Janji tersebut dilaksanakan oleh Jenderal Mayor Vander selaku Gubernur Militer Aceh pada waktu itu. Pada 9 Oktober 1879, diletakanlah batu pertama.

Pada tahun 1935, Masjid ini diperluas di bagian kanan dan kirinya. Empat puluh tahun kemudian, kembali diperluas. Pada 1981, masjid ini pelataran masjid ini dipercantik dengan pemasangan klinkers di atas jalan-jalan dalam pekarangan. Sepuluh tahun kemudian, pada masa Gubernur Ibrahim Hasan, terjadi perluasan kembali yang meliputi halaman depan dan belakang, serta bangunan masjid.

Saat terjadi gempa yang disertai tsunami, 26 Desember 2004, masjid ini selamat tanpa kerusakan yang berarti. Saat itu, banyak warga kota yang selamat di sini. Namun, belum diketahui mulai kapan rencana ini akan dilaksanakan. (Ism)

Beri Komentar