Masjid Tiongkok Di Malaysia (Onislam.net)
Dream - Mimpi komunitas muslim Tiongkok di Penang untuk memiliki masjid akhirnya menjadi kenyataan. Mimpi terwujud setelah negara bagian di bagian utara Malaysia itu memberikan lampu hijau.
Tidak hanya itu, muslim Tiongkok di sana bahkan bisa mendengarkan khotbah dalam bahasa Mandarin.
" Tujuan dari masjid khusus muslim Tiongkok ini sebagai bentuk keuniversalan dan multikultural Islam," kata ketua panitia urusan agama di Penang, Abdul Malik Abul Kassim dikutip Malay Mail, Jumat 15 Agustus 2014.
Panggilan untuk membangun sebuah masjid untuk minoritas Tiongkok di Penang dimulai sejak 2008. Masjid itu digunakan sebagai tempat ibadah dan melakukan kegiatan dakwah komunitas muslim Tiongkok di Penang.
Bagi umat Islam Malaysia, masjid baru Tiongkok di Penang akan menjadi cermin dari keragaman umat Islam di negara bagian Penang.
Sambil menunggu pembangunan masjid baru selesai, khotbah dalam bahasa Mandarin sementara akan dilakukan di Masjid Titi Papan yang didirikan pada tahun 1893.
" Jika semuanya berjalan baik, kami bahkan dapat membangun sebuah masjid baru dengan arsitektur Tiongkok di lokasi terpisah, menyerupai Masjid Beijing di Kelantan atau Masjid Tiongkok Muslim di Ipoh," kata Abul Kassim kepada The Star Online.
Abul Kassim menekankan negara tidak memisahkan umat muslim, tetapi hanya ingin menunjukkan bahwa Islam bisa multi-etnis dan multi-budaya.
Menyoroti keragaman budaya di Malaysia, Masjid Titi Papan yang berusia 121 tahun akan menyampaikan khotbah terakhir mereka dalam bahasa Mandarin.
" Pemerintah negara bagian Penang juga berencana untuk membangun masjid Tiongkok dengan arsitektur Tiongkok yang unik di masa depan untuk mencerminkan tiga budaya yang berbeda - Melayu, Tiongkok dan India," ungkap Abdul Kassim.
Seperti Masjid Titi Papan yang menyampaikan khotbah multibahasa, Masjid Kapitan Keling yang bersejarah kadang-kadang juga menyelenggarakan khotbah dalam bahasa Tamil bagi muslim India.
" Di Penang, terdapat masjid yang melambangkan komunitas yang multiras. Kami memiliki masjid untuk Arab, Aceh, Keling dan banyak lainnya," kata Abdul Malik.
" Kami ingin menampilkan Islam sebagai agama penuh rahmat dan universal," tambahnya. " Kami tidak akan membatasi siapa pun untuk datang ke masjid. Islam tidak sama dengan Melayu,"
Sering dijuluki " melting pot" dari Asia karena beragamnya budaya, Malaysia telah lama menjadi model kerukunan antara ras dan agama. Malaysia memiliki populasi hampir 26 juta dan hampir 60 persen darinya orang Melayu beragama Islam.
Sementara itu, 35 persen dari populasi Malaysia adalah etnis Tiongkok dan India - sebagian besar dari mereka Budha, Hindu dan Kristen. Ada sekitar 57.000 muslim Tiongkok di Malaysia. (Ism)