Menyusuri Jalan Muslim di China

Reporter : Eko Huda S
Senin, 28 April 2014 12:40
Menyusuri Jalan Muslim di China
Jalan Muslim ini menjadi pusat penyebaran agama Islam di China.

Dream - Bagi kalangan muslim, China bisa menjadi tujuan wisata religi alternatif selain Mekah dan kota lain di Timur Tengah. Sebab, berwisata di China tak melulu harus berkunjung ke Tembok Besar. Atau Kota Terlarang yang sudah kondang. Negeri Tirai Bambu itu ternyata juga menyimpan jejak-jejak kejayaan Islam dari masa lampau.

Tengoklah Kota Xian. Ibu Kota Provinsi Shaanxi, di kawasan China tengah. Kota ini sungguh kaya dengan peninggalan bersejarah, termasuk kebudayaan masyarakat Islam. Salah satunya Jalan Muslim, jalan legendaris sekaligus pusat penyebaran Islam di China.

Rekaman dari Jalan Muslim itulah kita bisa melihat bahwa kebudayaan China sudah tinggi pada masa lampau. Jalan dengan lebar sekitar lima meter itu berlapis batu hitam. Bebatuan itu dipotong rapi dan mulus pada bagian permukaannya.

Pohon-pohon rindang tumbuh di kanan kiri jalan. Membuat teduh jalan. Sehingga para pejalan kaki merasa lebih nyaman karena tidak kepanasan. Di sepanjang jalan itu juga terdapat deretan toko penjual souvenir dan restoran.

Bagi warga lokal, Jalan Muslim merupakan tempat untuk menghabiskan waktu pada musim panas. Mereka banyak menyantap hidangan yang dijual di warung dan restoran di jalan ini. Memang, warung dan restoran benar-benar menjamur di lokasi ini. Berdiri di antara banyaknya toko penjual souvenir.

Uniknya, seluruh toko dan restoran di kanan dan kiri jalan itu dimiliki oleh orang-orang Islam. Banyak pedagang laki-laki mengenakan peci putih, seperti yang dipakai muslim-mislim lain di dunia.

Merekalah keturunan orang-orang Hui yang dulunya saudagar serta pelajar dari Arab dan Persia. Nenek moyang mereka datang dari Timur Tengah ke Xian pada masa Dinasti Tang dan Yuan (1279-1368). Para saudagar dan pelajar Timur Tengah itu datangan ke Xian karena kota sangat ramai. Karena saat itu menjadi ujung timur Jalur Sutera, sebuah jalur perdagangan terkenal dalam sejarah.

Mereka kemudian menetap di sekitar Jalan Muslim itu. Berbaur dengan warga lokal dan beranak pinak. Saat ini, jumlah mereka mencapai 60 ribu jiwa. Hingga kini mereka tetap membuat jantung penyebaran Islam di China itu tetap berdenyut.

Oleh sebab itu, para pelancong muslim tidak perlu khawatir berbelanja dan menyantap makanan yang dijajakan di sepanjang Jalan Muslim itu. Sebab, para pedagang muslim ini menjamin makanannya halal untuk disantap. Sesuai syariat Islam.

Wisatawan muslim juga tak perlu khawatir untuk melaksanakan salat. Sebab, di sekitar jalan muslim juga banyak berdiri masjid. Salah satunya Great Mosque yang letaknya di dekat Lapangan Muslim, tak jauh dari Jalan Muslim itu.

Beri Komentar