Negara-negara Barat yang Paling Menghormati Islam

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 11 Juni 2014 13:29
Negara-negara Barat yang Paling Menghormati Islam
Menempatkan Irlandia di puncak daftar negara barat yang paling menghormati Islam, bahkan melebihi negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim.

Dream - Survei terbaru seorang akademisi terkemuka AS menemukan fakta bahwa Irlandia sangat konsisten dalam menerapkan nilai-nilai Islam dan prinsip keadilan yang Qurani.

Ini menempatkan Irlandia di puncak daftar negara barat yang paling menghormati Islam, bahkan melebihi negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim.

Dikutip dari Telegraph, Rabu 11 Juni 2014, Hossein Askari, seorang profesor kelahiran Iran yang mengajar Bisnis Internasional dan Urusan Internasional di George Washington University, mengatakan banyak negara yang mengaku Islam dan kadang disebut negara Islam. Tapi mereka tidak adil, korup, terbelakang bahkan tidak Islami.

Index of Economic Islamicity mencatat seberapa dekat kebijakan dan prestasi negara dalam mencerminkan ajaran ekonomi Islam. Negara-negara seperti Irlandia, Denmark, Luxemburg, Swedia, Inggris, Selandia Baru, Singapura, Finlandia, Norwegia, dan Belgia masuk dalam 10 daftar pertama.

Dalam studinya, Askari menyimpulkan kehidupan masyarakat di 208 negara dan beberapa wilayah lainnya, telah sesuai dengan ajaran Islam dan Alquran.

Hasil mengejutkan justru datang dari negara-negara mapan, baik dari segi ekonomi dan nilai-nilai sosial seperti Irlandia, Demark, Luxemburg dan Selandia Baru, termasuk Inggris.

Sementara negara-negara yang mengaku negara muslim justru tidak ada yang masuk daftar atas Index of Economic Islamicity. Malaysia yang mayoritas penduduknya muslim berada di peringkat 33, sementara Kuwait yang notabene disebut negara muslim justru ada di peringkat 48.

Askari mengatakan, jika suatu negara yang masyarakatnya menampilkan karakteristik seperti korup, mengutamakan kekuatan dan agresi sebagai solusi sebuah konflik, mengekang kebebasan beragama, penguasa berlaku tidak adil dan tidak ada kesetaraan di depan hukum, maka menjadi bukti bahwa negara itu tidak Islami.

Sebuah negara yang Islami seharusnya mengedepankan dialog dan rekonsiliasi jika terjadi konflik, serta berlaku adil di depan hukum, imbuh Askari.

Hasil terbaru survei ini hampir sama dengan indeks Islamicity yang dirilis oleh Askari di 2010 silam. Saat itu, Selandia Baru, Luxembourg, Irlandia, Islandia, Finlandia, Denmark, Kanada, Inggris, Australia, dan Belanda masuk dalam daftar teratas. Sementara hanya Malaysia (38) dan Kuwait (48) yang mampu masuk daftar atas 50 negara-negara Muslim.

Sekitar 1,1 persen dari 4,5 juta penduduk Irlandia adalah Muslim. Dan jumlah mereka semakin bertambah karena imigrasi, kelahiran dan pindah agama. Padahal dua dekade lalu jumlah Muslim di Irlandia hanya sekitar 4 ribu jiwa.

Menurut sensus 2011 tercatat ada 49.204 Muslim di Irlandia, termasuk hampir 12.000 anak usia sekolah. Angka-angka ini mewakili peningkatan jumlah Muslim sekitar 51 persen sejak 2006. (Ism)

Beri Komentar