Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Di Dublin (vienmuhadi.com)
Dream - Survei terbaru seorang akademisi terkemuka AS menemukan fakta bahwa Irlandia sangat konsisten dalam menerapkan nilai-nilai Islam dan prinsip keadilan yang Qurani.
Ini menempatkan Irlandia di puncak daftar negara barat yang paling menghormati Islam, bahkan melebihi negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim.
Dikutip dari Telegraph, Rabu 11 Juni 2014, Hossein Askari, seorang profesor kelahiran Iran yang mengajar Bisnis Internasional dan Urusan Internasional di George Washington University, mengatakan banyak negara yang mengaku Islam dan kadang disebut negara Islam. Tapi mereka tidak adil, korup, terbelakang bahkan tidak Islami.
Index of Economic Islamicity mencatat seberapa dekat kebijakan dan prestasi negara dalam mencerminkan ajaran ekonomi Islam. Negara-negara seperti Irlandia, Denmark, Luxemburg, Swedia, Inggris, Selandia Baru, Singapura, Finlandia, Norwegia, dan Belgia masuk dalam 10 daftar pertama.
Dalam studinya, Askari menyimpulkan kehidupan masyarakat di 208 negara dan beberapa wilayah lainnya, telah sesuai dengan ajaran Islam dan Alquran.
Hasil mengejutkan justru datang dari negara-negara mapan, baik dari segi ekonomi dan nilai-nilai sosial seperti Irlandia, Demark, Luxemburg dan Selandia Baru, termasuk Inggris.
Sementara negara-negara yang mengaku negara muslim justru tidak ada yang masuk daftar atas Index of Economic Islamicity. Malaysia yang mayoritas penduduknya muslim berada di peringkat 33, sementara Kuwait yang notabene disebut negara muslim justru ada di peringkat 48.
Askari mengatakan, jika suatu negara yang masyarakatnya menampilkan karakteristik seperti korup, mengutamakan kekuatan dan agresi sebagai solusi sebuah konflik, mengekang kebebasan beragama, penguasa berlaku tidak adil dan tidak ada kesetaraan di depan hukum, maka menjadi bukti bahwa negara itu tidak Islami.
Sebuah negara yang Islami seharusnya mengedepankan dialog dan rekonsiliasi jika terjadi konflik, serta berlaku adil di depan hukum, imbuh Askari.
Hasil terbaru survei ini hampir sama dengan indeks Islamicity yang dirilis oleh Askari di 2010 silam. Saat itu, Selandia Baru, Luxembourg, Irlandia, Islandia, Finlandia, Denmark, Kanada, Inggris, Australia, dan Belanda masuk dalam daftar teratas. Sementara hanya Malaysia (38) dan Kuwait (48) yang mampu masuk daftar atas 50 negara-negara Muslim.
Sekitar 1,1 persen dari 4,5 juta penduduk Irlandia adalah Muslim. Dan jumlah mereka semakin bertambah karena imigrasi, kelahiran dan pindah agama. Padahal dua dekade lalu jumlah Muslim di Irlandia hanya sekitar 4 ribu jiwa.
Menurut sensus 2011 tercatat ada 49.204 Muslim di Irlandia, termasuk hampir 12.000 anak usia sekolah. Angka-angka ini mewakili peningkatan jumlah Muslim sekitar 51 persen sejak 2006. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya