Aksi Tentara Israel
Dream - Pengakuan mengejutkan kembali meluncur dari mulut tentara Israel. Selama serangan dalam operasi Protective Edge di Palestina, para tentara diakui diperintahkan membunuh setiap orang Palestina yang terlihat.
Seorang tentara bahkan mengaku pemboman yang dilakukan ibarat sebuah hiburan.
" Komandan meminta kami memilih target yang diincar dan menembaknya," ujar Arieh, seorang tentara Israel seperti dikutip dari laman worldbulletin.net, Selasa, 12 Mei 2015.
Menurut Arieh, selama penyerangan dirinya sama sekali tak melihat satupun pejuang Hamas. Tak ada pula upaya serangan dari pejuang di lokasi target.
Namun dengan becanda, komandan Israel justru mengatakan bom harus tetap ditembakan sebagai ucapan selamat pagi dari tentara Israel.
Selama serangan dalam operasi lalu, Arieh mengaku dirinya diperintahkan untuk melakukan upaya penghancuran Palestina sebanyak mungkin. Target utamanya adalah sarana infrastruktur yang ada di Gaza.
" Sejumlah gedung, pertanian dan pusat pembangkit listrik kami hancurkan. Memang ada perintah agar tak ada korban sipil. Namun bagaimana itu terjadi jika kami diperintahkan untuk menghancurkan Palestina," ujarnya.
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya