Hari Ini Jepang Peringati 70 Tahun Bom Atom di Hiroshima

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 6 Agustus 2015 19:31
Hari Ini Jepang Peringati 70 Tahun Bom Atom di Hiroshima
Bom atom itu setidaknya menewaskan 140.000 jiwa.

Dream - Pendeta Kiyoshi Tanimoto, Wilhelm Kleinsorge, Dokter Terufumi Sasaki, Nona Toshiko Sasaki, dan Nyonya Hatsuyo Nakamura serta Dokter Masazaku Fujii. Itulah keenam saksi mata beberapa korban yang selamat akibat jatuhnya bom atom di Hiroshima, 6 Agustus 1945.

Keenam korban itu ditemukan John Hersey, seorang wartawan The New Yorker. Harsey pun menuliskan kisah mereka dalam karya jurnalistiknya yang terkenal, Hiroshima. Laporan Hersey itu menunjukkan derita para korban karena ledakan maha dahsyat itu.

Dalam catatan Jepang, setidaknya, 70.000 orang meninggal karena dampak bom tersebut. Jumlah itu terus bertambah karena radiasi yang disebabkan bom atom itu.

Hari ini, Kamis 6 Agustus 2015, tepat 70 tahun setelah jatuhnya bom nuklir bernama Little Boy itu, Jepang melakukan upacara kehormatan. Mereka mengenang sanak saudara, kerabat, teman, sabahat terdekat yang menjadi korban bom atom kiriman Presiden Harry S Truman itu.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghadiri upacara peringatan tahunan itu. Tepat pada pukul 08.15 waktu setempat, sebuah lonceng berdentang. Lonceng ini menjadi tanda ketika pesawat AS menjatuhkan bom nuklir di pusat kota. Upacara yang diadakan di Taman Memorial Hiroshima itu menjadi semakin khidmad.

Dalam sambutannya dihadapan 40 ribu orang yang hadir Abe mengatakan, jika bom atom tidak hanya menewaskan puluhan ribu orang. Tetapi, juga menyebabkan penderitaan yang dalam bagi para korban.

" Hari ini (6 Agustus 2015) Hiroshima telah dihidupkan kembali dan telah menjadi kota budaya dan kemakmuran," katanya dinukil Dream dari laman bbc.com.

Setelah upacara selesai, Abe bersama Walikota Hiroshima Kazumi Matusi dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang Caroline Kennedy melakukan upacara kenegaraan. Mereka mendeklarasi damai dan melepaskan beberapa merpati tanda perdamaian itu.

Tak berselang lama setelah berbagai upacara penghormatan itu, ribuan lampion diterbangkan. Lampion itu menjadi lambang bagi untuk para korban yang telah meninggal.

 

Sumber: BBC

Beri Komentar