Selama Ramadan, Mekah Tak Pernah `Tidur`

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 19 Juli 2014 12:02
Selama Ramadan, Mekah Tak Pernah `Tidur`
Mereka berasal dari berbagai ras, bangsa dan etnis tapi bersatu dalam ibadah untuk menyembah satu Tuhan.

Dream - Pengalaman Ramadan di Mekah tidak akan sama dengan tempat lain di dunia. Kota ini seolah-olah tidak tidur di saat Ramadan. Jalanan selalu ramai di sepanjang hari.

Hanya saat setelah salat Maghrib dan orang buka puasa jalan-jalan di Mekah terlihat 'sedikit' lengang. Namun keramaian dan hiruk pikuk kembali menggema setelah salat tarawih dan berlanjut sampai waktunya salat subuh, harian Al-Hayat melaporkan.

Keramaian Ramadan di Mekah itu disebabkan adanya Masjidil Haram dan sejumlah besar jamaah umrah yang datang dari segala penjuru dunia. Jamaah yang jumlahnya ribuan itu berduyun-duyun ke kota suci. Mereka berasal dari berbagai ras, bangsa dan etnis tapi bersatu dalam ibadah untuk menyembah satu Tuhan.

Salah seorang warga Mekah, Ismail Bakhsh, berbicara kepada Al-Hayat tentang tradisi Ramadan dan penduduk Mekah dalam menyambut jamaah umrah dan pengunjung Masjidil Haram.

" Melayani jamaah umrah dan pengunjung Masjidil Haram merupakan tradisi turun-temurun. Persiapan Ramadan dimulai pada awal bulan Syaban. Meski tampak sederhana, tapi sangat menguras waktu dan energi," katanya.

" Warga mulai membeli dan mengumpulkan makanan sebagai persiapan jamuan makan yang dimulai pada tanggal 1 Ramadan. Terutama makanan buka puasa dan sahur di masing-masing keluarga. Karena begitu banyak makanan dimasak selama sebulan, orang bertukar makanan dengan tetangga," imbuh dia.

Bakhsh mengatakan kesibukan kota Mekah biasanya dimulai setelah salat Dhuhur, di mana lalu lintas pejalan kaki mulai ramai dan pasar sudah dibuka hingga senja. Dia mengatakan perdagangan bergerak cepat di bulan Ramadan dan keuntungan berlipat di dibanding bulan-bulan lainnya.

Keramaian jalanan Mekah mencapai puncaknya sebelum azan Maghrib. Toko yang menjual ful (kacang fava tumbuk), subiya (minuman khas Arab yang terbuat dari buah), shuraik (semacam roti) dan kue menjadi sangat ramai.

Lalu lintas pejalan kaki turun tajam setelah azan Maghrib, seolah-olah kota tidak memiliki penduduk sama sekali. Keramaian kembali sesaat sebelum salat Isya.

Bakhsh mengatakan para penjual camilan dan minuman buka puasa sangat banyak saat Ramadan. Camilan dan minuman yang paling banyak ditemui di Mekah saat Ramadan adalah baleelah dan subiya.

" Mekah sangat identik dengan gerobak penjual camilan dan subiya saat Ramadan. Semua ini mencirikan Mekah dan seluruh Hijaz," kata Bakhsh. (Ism)

Beri Komentar