Seram! Wamena Sajikan Mumi Sebagai Obyek Wisata Misteri

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 15 Desember 2015 10:02
Seram! Wamena Sajikan Mumi Sebagai Obyek Wisata Misteri
Mumi ini disimpan di desa Jiwika yang terletak di distrik Kurulu.

Dream - Tak hanya keindahan alamnya saja yang masih menyimpan misteri, budaya yang dipertahankan masyarakat adat Wamena pun cukup menggelitik. Salah satunya dengan wisata mumi yang banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.

Dibutuhkan waktu sekitar lima jam dari Jakarta menuju Jayapura dengan menggunakan pesawat. Setelah itu masih harus dilanjutkan kembali selama 30 menit menuju ke pemukiman di sekitar Lembah Baliem.

" Dibutuhkan biaya sekitar empat juta sekali terbang. Memang agak mahal menuju ke daerah kami," ungkap Edison Meliala, salah satu operator tur yang membuka bisnis di Wamena.

Tapi rupanya hal itu tidak menyurutkan wisatawan untuk mengunjungi Mumi Kurulu. Mumi ini disimpan di desa Jiwika yang terletak di distrik Kurulu.

Dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar 23 menit untuk sampai desa Jiwika. Perjalanan dapat ditempuh dengan mengendarai mobil yang banyak disewakan di Wamena.

Mumi di Kurulu merupakan jasad Wim Motok Mabel yang diawetkan. Kepala suku besar di distrik Kurulu ini merupakan tokoh adat yang sangat dihormati dan konon sudah berumur sekitar 360 tahun.

Satu lagi, yang tak kalah menarik adalah mumi yang terdapat di desa Asologaima. Mumi yang dinamakan Alouka Huby ini berumur lebih muda dibanding yang terdapat di Kurulu. Berasal dari kampung Arobada, distrik Asologaima ini telah berumur 340 tahun.

Menurut sejarah, mumi ini adalah jasad seorang panglima perang pada masanya. Kemudian diawetkan secara tradisional dengan cara pengasapan yang berlangsung hingga sekarang.

Sejak 2011 silam, situs sejarah ini sudah dibuka untuk umum dan boleh dikunjungi masyarakat luas. Lokasinya pun cukup mudah dijangkau karena hanya berjarak sekitar 50 menit dari kota Wamena.

" Kami berharap ada bantuan dari pemerintah pusat untuk mempromosikan wisata kami. Selama ini baru kami yang agresif agar orang-orang tahu potensi budaya kami luar biasa," pungkas Edison. (Ism) 

Beri Komentar