Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
(Sumber Foto: Shutterstock)
Dream - Facebook berinvestasi melalui program dan fitur baru untuk mendukung para pemimpin komunitas, melalui progam Community Accelerator.
Program ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan informasi untuk membantu terhubung dengan orang lain dengan minat sama.
Pelatihan selama enam bulan ini ditawarkan untuk membangun komunitas, bimbingan langsung dan pendanaan untuk komunitas mengembangkan jaringan dan menjangkau lebih banyak orang. Total dana sebesar 3 juta dolar AS akan diberikan kepada peserta program.

" Kami sangat bersemangat dalam menyambut 3 pemimpin komunitas Indonesia di program Community Accelerator ini. Kami telah melihat kekuatan komunitas dalam membawa orang dan dunia menjadi lebih dekat dan menemukan interaksi yang bermakna,” kata Grace Clapham, Kepala Kemitraan Komunitas untuk Asia Pasifik di Facebook dalam webinar Kamis, 10 September 2020.
Dari 13 komunitas yang terpilih, tiga di antaranya berasal dari Indonesia, yakni MotherHope Indonesia, Indonesia Babywearers, dan Social Connect. Yuk kenalan dengan tiga komunitas ini!
MotherHope Indonesia (MHI) merupakan komunitas yang dibentuk untuk memberikan dukungan psikologis kepada ibu dan keluarganya, yang mengalami baby blues syndrome, depresi pasca melahirkan, dan gangguan mood lainnya.
Saat ini ada 34,700 anggota di Facebook Group MHI, sebagian besar berdomisili di Pulau Jawa dan Kalimantan. Dari segi usia, anggota MHI didominasi oleh kelompok usia 25-35 tahun.

Melalui grup ini, anggota saling berbagi tentang cara meningkatkan kekuatan mental keluarga, mengatasi konflik antar anggota keluarga, dan cara menghadapi depresi dan kecemasan.
Komunitas juga memberikan edukasi tentang cara merawat kesehatan jiwa melalui asupan makanan yang sehat, olahraga dan meditasi, hingga konsultasi dengan psikiater/psikolog jika dibutuhkan.
Melalui program ini, saya berharap dapat memperoleh sumber daya yang lebih mumpuni untuk mengembangkan komunitas dan menjangkau lebih banyak keluarga,” kata Nur Yana Yirah, pemimpin MotherHope Indonesia dalam webinar bersama Facebook pada Kamis, 10 September 2020.
Tersebar di kota-kota Indonesia, komunitas Indonesian Babywearers adalah komunitas yang memperkenalkan cara menggendong anak yang aman, nyaman, dan benar.
Di dalam komunitas ini, selain berbagi ilmu dan teknik cara menggendong anak yang benar sesuai kebutuhan dan usianya, anggota juga berbagi banyak pengetahuan seputar manajemen rumah tangga dan topik seputar tumbuh kembang anak.

Saat ini ada sekitar 108.000 anggota di Facebook Group Indonesian Babywearers, yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Sidoarjo, Cimahi, dan Batam.
Di setiap kota juga terdapat komunitas lokal yang lebih kecil dan secara rutin mengadakan pertemuan bulanan (sebelum pandemi), dalam bentuk seminar ataupun workshop.
“ Saat ini kami memiliki 3 program yang ingin kami kembangkan di bidang pendidikan, ekonomi, dan ekspansi komunitas. Untuk mewujudkan hal ini, kami membutuhkan dukungan dan sumber daya. Karena itulah saya mencoba mengikuti program Community Accelerator dari Facebook ini." kata Yohana
Habsari, pemimpin Indonesian Babywearers.
Social Connect adalah komunitas yang menjadi ruang yang nyaman bagi anggotanya untuk saling berbagi cerita mengenai pengalaman dan isu kesehatan mental.
Selain saling berbagi dan berdiskusi sesama anggota, komunitas ini juga membentuk support group, teman cerita, dan menggalakkan beberapa kampanye publik dengan topik-topik seputar kesehatan mental dan jiwa.

Social Connect kini memiliki 10,000 anggota dan 100 relawan tetap. Komunitas ini juga memiliki beberapa anggota dengan latar belakang psikolog. Dari segi demografi, lebih dari 60% anggota berusia 18-24 tahun dan didominasi oleh perempuan (70%).
" Yang membedakan program ini dengan yang lainnya adalah para mentor memandu saya untuk mampu mengeksplorasi lebih jauh tentang visi dan misi komunitas ini. Mereka memberikan arahan tentang hal apa yang saya perlu siapkan untuk terus dapat mengembangkan komunitas,” kata Sepri Andi, pemimpin Social Connect.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan