Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© Nikel.or.id
DREAM.CO.ID - Di sela kesibukan industri, sekelompok karyawan Harita Nickel menyusuri perbukitan, pesisir, dan sudut-sudut tersembunyi Pulau Obi untuk mengenal lebih dalam lingkungan tempat mereka hidup dan bekerja. Lewat Komunitas Lintas Alam Bebas (Libas), petualangan alam berfungsi ganda: melepas penat sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.
Semangat menjelajah alam dan merawat kepedulian lingkungan terus tumbuh di kalangan karyawan Harita Nickel lewat Komunitas Libas. Berdiri sejak 2022, komunitas pecinta alam ini menghimpun karyawan dari berbagai unit bisnis untuk mengenal kekayaan alam Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Libas memulai perjalanan pertamanya pada 8 Januari 2022, ketika 12 karyawan menyusuri kawasan utara Danau Karo. Ekspedisi sederhana itu berkembang menjadi lebih dari 20 perjalanan ke berbagai lokasi di Pulau Obi hingga saat ini.
Setyawan, Security Manager Harita Nickel yang juga inisiator Libas, menuturkan bahwa komunitas ini lahir dari keinginan menghadirkan ruang bagi karyawan pencinta alam sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap lingkungan sekitar.
" Libas menjadi wadah bagi teman-teman yang memiliki hobi menjelajah alam. Selain sebagai sarana melepas penat, kegiatan ini juga membuat kami lebih mengenal dan menghargai alam Pulau Obi yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," paparnya.
Menurutnya, karyawan yang bekerja di kawasan industri tetap membutuhkan ruang untuk berinteraksi langsung dengan alam, dan di situlah Libas mengambil peran penting. Hiking, trekking, dan berkemah membawa anggota komunitas menyaksikan langsung kekayaan bentang alam Pulau Obi sambil memahami pentingnya menjaga keberlanjutannya. Tiap perjalanan menggabungkan rekreasi dengan pembelajaran tentang kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Muhammad Nur Wahid, karyawan Departemen Security PT Dharma Cipta Mulia (DCM), menyebut kegiatan bersama Libas memberinya kesempatan melihat kembali keindahan Pulau Obi — pulau yang selama ini menjadi tempatnya mencari nafkah.
Tasya Ayu Chandra Aulia dari Departemen Warehouse PT Halmahera Persada Lygend (HPAL) menyampaikan hal serupa. Ia menilai eksplorasi alam membuka wawasan anggota komunitas terhadap lokasi-lokasi potensial yang belum banyak diketahui masyarakat luas.
" Sangat seru karena kita bisa lebih dekat dengan alam dan jadi tahu bahwa Pulau Obi menyimpan banyak permata tersembunyi yang bisa menjadi tempat untuk mengisi ulang energi sebelum kembali bekerja," katanya.
Libas membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari kesadaran individu dan komunitas, bukan semata dari program perusahaan. Eksplorasi alam yang rutin mereka jalani mendorong tiap anggota memikul rasa tanggung jawab atas kelestarian lingkungan yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Kegiatan komunitas ini selaras dengan komitmen Harita Nickel menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Lewat tiap perjalanan, anggota Libas menikmati keindahan Pulau Obi sekaligus membangun kesadaran bahwa lingkungan adalah aset berharga yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Bagi anggota Libas, petualangan di Pulau Obi bukan sekadar menaklukkan jalur pendakian atau menemukan lokasi baru. Setiap langkah yang mereka tempuh menjadi cara mengenal, menghargai, dan menumbuhkan kepedulian terhadap alam yang tak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan mereka.
Sumber: nikel.or.id
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya