Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Instagram @difpala_
DREAM.CO.ID - Di Malang, ada komunitas pendaki gunung yang beranggotakan kaum difabel. Namanya Difabel Pecinta Alam (Difpala). Komunitas ini terbentuk saat masa pandemi Covid-19, yakni tahun 2020 silam.
Kehadiran Difpala (Instagram @difpala_) sebagai komunitas bukan hanya menjadi wadah untuk sama-sama mendaki gunung. Lebih dari itu, mereka menghijaukan dan memberdayakan. Sederet kegiatan positif dan bermanfaat untuk alam selalu berusaha dilakukan.
Dilansir dari laman resmi Lingkar Sosial, Dipfala merupakan bagian dari unit pemberdayaan disabilitas Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) di bidang pelestarian alam dan lingkungan. Berpusat di Malang, komunitas ini memiliki wilayah kerja di seluruh Indonesia.

Difpala terbentuk sebagai bentuk respons pandemi. Pendiri Difpala adalah Ken Kerta dan Widi Sugiarti yang tak lain juga merupakan pendiri Linksos.
Di awali dengan kegiatannya, mereka menggelar jalan sehat 'Longmarch Difabel' pada Juli 2020 silam. Dari situ, terbentuklah Timsus Pendaki Difabel pada Oktober 2020, yang kemudian selanjutnya bertransformasi menjadi Difabel Pecinta Alam atau Difpala pada Desember 2020.
Kehadiran komunitas yang sudah miliki banyaka anggota ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, mencetak pribadi yang tangguh, terampil, berkarakter dan berwawasan lingkungan. Kedua, turut serta melestarikan alam.

Dampak yang diinginkan dari adanya Difpala adalah terciptanya ekosistem sosial dan lingkungan yang inklusif dan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas. Difpala amat sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, pelestarian alam dan kearifan lokal.
Hingga saat ini, sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh Difpala. Tiga kegiatan utamanya adalah mendaki (penjelajahan alam), menghijaukan (pelestarian alam) dan memberdayakan (pengabdian masyarakat).
Selain itu juga ada Sekolah Alam Gunung Wedon yang merupakan pusat pendidikan dan pelatihan (diklat) Difpala. Diklat berbasis kurikulum dan metode belajar adaptif untuk semua ragam disabilitas.
Difabel Pecinta Alam juga memiliki Tim Sosial Respon Bencana (Timresna). Tim ini memberikan edukasi kebencanaan dan mendukung distribusi logistik.
Jika tertarik bergabung, kamu bisa berkunjung langsung ke website resmi Lingkar Sosial atau berkunjung ke Share Office Lingkar Sosial di Lantai 5 Gedung MCC, Jalan Ahmad Yani 53, Blimbing, Kota Malang.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya