Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Komunitas Ayo Dongeng Indonesia | Foto: Instagram/@ayodongeng_ind
DREAM.CO.ID -Di tengah tumbuh kembang anak yang makin lekat dengan gawai dan layar digital, kebiasaan sederhana seperti didongengi sebelum tidur perlahan memudar.
Banyak orangtua lebih sering berpacu dengan pekerjaan, sementara anak-anak lebih akrab dengan video dan gim di smartphone.
Di tengah kondisi itulah, komunitas Ayo Dongeng Indonesia hadir. Menawarkan ruang baru untuk menghidupkan lagi tradisi mendongeng dengan cara yang hangat, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan keluarga masa kini.
Ayo Dongeng Indonesia (AyoDI) berdiri pada 2011 di Jakarta. Komunitas ini digagas pendongeng Muhammad Aryo Farid Zidni, yang akrab disapa Aio, bersama beberapa rekannya. Awalnya hanya beranggotakan empat orang, namun perlahan berkembang menjadi komunitas besar berbasis relawan yang fokus pada dunia cerita anak.
Sejak awal, AyoDI dibangun dengan semangat ingin mengumpulkan orang-orang yang mencintai dongeng dan ingin bekerja tulus untuk anak. Di mata mereka, cerita bukan sekadar hiburan, tetapi juga jembatan nilai dan pengetahuan.
Melalui dongeng, anak bisa belajar empati, mengenal tokoh-tokoh bijak, hingga memaknai baik dan buruk dengan cara yang lembut.
Pratiwi Soetarto atau Tiwi, salah satu penggerak AyoDI, merangkum mimpi komunitas ini dalam satu kalimat yang kuat. “ Kami ingin sekali mengenalkan dongeng yang didalamnya terdapat cerita rakyat Indonesia kepada semua anak di seluruh dunia,” kata Tiwi dalam sebuah sesi diskusi di acara Patjarmerah Kecil.
Visi ini yang membuat AyoDI tidak hanya berkegiatan di satu kota atau satu panggung saja, melainkan aktif menjelajahi berbagai ruang, seperti keluarga, sekolah, komunitas, hingga festival literasi.

Latar belakang lahirnya AyoDI tidak lepas dari kegelisahan bahwa generasi anak hari ini banyak yang tidak lagi akrab dengan dongeng Nusantara. Waktu luang lebih banyak dihabiskan untuk menonton video atau bermain gim. Sementara percakapan hangat antara orangtua dan anak menjelang tidur semakin jarang terjadi.
AyoDI melihat mendongeng sebagai salah satu cara paling efektif untuk membangun kedekatan emosional sekaligus menanamkan nilai positif sejak dini. Lewat satu cerita, anak diajak berlatih fokus, memperkaya kosakata, mengembangkan imajinasi, hingga belajar bekerja sama dan berdiskusi.
Karena itu, banyak program AyoDI sengaja dirancang agar orangtua ikut terlibat, bukan hanya anak sebagai pendengar. Harapannya, kebiasaan mendongeng tidak berhenti di panggung atau ruang kelas, tetapi dibawa pulang menjadi rutinitas kecil di rumah.

Untuk mewujudkan misinya, Ayo Dongeng Indonesia menggelar berbagai program yang berlangsung sepanjang tahun. Beberapa di antaranya:
Dongeng Kejutan. Kegiatan mendongeng yang bisa hadir di berbagai ruang, baik secara luring maupun daring. Acara ini pernah diadakan di ruang publik, sekolah, komunitas, hingga melalui platform digital, sehingga menjangkau lebih banyak keluarga yang mungkin belum pernah melihat pertunjukan dongeng secara langsung.
Kelas Dongeng. Program ini ditujukan bagi orangtua, pendidik, maupun siapa pun yang ingin belajar cara mendongeng. Di sini, peserta tidak hanya diajari teknik bercerita, tapi juga diajak memahami bagaimana membangun interaksi dengan anak, memilih cerita yang tepat, dan memasukkan nilai-nilai positif tanpa terkesan menggurui.
Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII). Sejak 2013, AyoDI rutin menggelar Festival Dongeng Internasional Indonesia setiap tahun. Festival ini menjadi panggung besar yang merayakan cerita rakyat Nusantara dan budaya tutur dari berbagai negara. Di satu sisi, anak-anak dikenalkan pada kekayaan kisah dari daerah-daerah di Indonesia. Di sisi lain, mereka dapat melihat bagaimana negara lain juga merawat tradisi bercerita.
Ayo Dongeng Indonesia pada dasarnya terbuka bagi siapa pun yang memiliki minat pada dunia cerita anak. Melalui Kelas Dongeng dan berbagai kegiatan publik, mereka mendorong orangtua untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menjadi penutur.
Lewat komunitas seperti AyoDI, orangtua yang awalnya bingung harus mulai dari mana ketika ingin mendongeng untuk anak bisa mendapatkan panduan, contoh, hingga teman berdiskusi. Anak-anak pun mendapatkan pengalaman yang lebih kaya, bukan hanya mendengar cerita dari panggung, tetapi juga dari suara orang terdekat mereka di rumah.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya