Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Komunitas Blitar Micro Fishing / Instagram @microfishingblitar
DREAM.CO.ID - Bermula dari hobi yang sama yakni memancing, siapa sangka jika komunitas Blitar Micro Fishing terbentuk. Anggotanya adalah warga Blitar pecinta mancing yang kompak memiliki visi untuk melakukan kegiatan positif untuk melestarikan sungai.
Dilansir dari laman Blitar Kota, komunitas ini sudah berdiri sejak 2021 silam. Awalnya, sekumpulan orang yang hobi memancing memiliki tekad untuk mencintai alam melalui kegiatan memancing ramah lingkungan.
Cara yang dilakukan oleh komunitas ini terbilang unik dan mudah. Yakni, mereka secara rutin menebar ribuan benih ikan lokal ke sungai di wilayah Blitar Raya. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan juga melestarikan sumber daya alam generasi mendatang.
Ketua komunitas Blitar Micro Fishing (Instagram @microfishingblitar), Dhony Rizal menjelaskan bahwa mereka bukan hanya sekedar orang-orang yang hobi memancing. Namun juga menghadirkan ruang edukasi mengenai pentingnya menjaga sungai dari praktik-praktik berbahaya.
" Blitar Micro Fishing berdiri sejak 2021. Kami bertemu dengan rekan-rekan yang sevisi, suka memancing dan menebar kembali benih ikan-ikan lokal," ungkap Dhony.
Hingga saat ini, Dhony mengaku menyayangkan perilaku oknum warga yang kerap melakukaan praktik penangkapan ikan dengan cara setrum, racun, bahkan bom ikan di beberapa sungai. Cara tersebut dinilai amat berbahaya.
Bukan hanya membunuh ikan besar, namun juga bisa memusnahkan ikan-ikan kecil serta merusak seluruh ekosistem sungai. Maka dari itu, setiap kali komunitas ini menggelar kegiatan fun fishing, mereka selalu menyisipkan sesi edukasi mengenai dampak buruk penangkapan ikan tak ramah lingkungan.
Beberapa sungai yang sudah disebar ribuan bibit ikan nilem dan ikan kepel ada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sananwetan, Gedog, Sentul, hingga ke daerah Srengat dan Kanigoro. Aksi nyata ini membuat Blitar Micro Fishing semakin dikenal luas.
Kini sudah ada lebih dari 100 anggota aktif. Dhony optimis jika komunitas ini bisa terus berkembang. Bukan hanya sebagai wadah menyalurkan hobi, namun juga sebagai penggerak kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya