Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Dokumentasi Pribadi Website MMC Kalteng
DREAM.CO.ID - Derasnya arus informasi membuat benteng untuk menjaga akar budaya tradisional tak bisa lagi hanya mengandalkan satu pihak. Dari kesadaran itu pula lahir gerakan dari generasi milenal di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang membentuk komunitas bernama Gerakan Milenium Dayak Indonesia atau GMDI.
Ketua GMDI, Ditto Nathaniel mengatakan, komunitas mereka mengajak kaum mileniaal untuk tampil paling dengan berkontribusi untuk masyarakat Kalimantan Tengah. Komunitas ini mengajak putra-putri dayak milenial untuk sama-sama melestarikan adat dan budaya mereka.
" This is our era, jitu tuh era milenial, era tabelaa tampil paling terdepan dalam berkontribusi untuk masyarakat dan dunia khususnya dalam lingkup Provinsi Kalimantan Tengah," terang Ditto. dikutip Dream dari laman Website Resmi Pemerintah Kalimantan Tengah
Sosok Ditto diketahui merupakan duta budaya perwakilan Kalteng yang sebelumnya terpilih dalam seleksi yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng.
Pengalamannya di dunia budaya sudah cukup mumpuni. Ditto pernah mengikuti kegiatan Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah pada tahun 2021. Kegiatan tersebut digelar oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Dengan menjadi sebuah komunitas, GMDI berharap bisa mewujudkan visi untuk menghimpun putra dan putri dayak milenial Kalteng dalam satu perjuangan dan persaudaraan abadi.
Dengan visi tersebut, GMDI diharapkan akan bisa mewujudkan misinya menghimpun putra dan putri dayak milenial terbaik Kalteng dalam satu wadaah bersifat persaudaraan untuk berhimpun, berkolaborasi, berjejaring, berkreasi, berkontribusi, dan menginspirasi.
" Ada banyak program kerja. Kerja sama antar lembaga dan senior sukses serta ada rekrutmen ke depannya agar komunitas ini dapat berjalan dengan baik sehingga visi, misi, dan nilai yaang baik dapat tepat sasaran," paparnya.
Kehadiran komunitas ini diharap mampu menjadi wadah bagi pemuda-pemudi terbaik dayak Kalimantaan Tengah berkumpul dalam satu wadah. Berupaya agar bisa melakukan hal kontributif secara gotong royong sebagai saudara mengenalkan identitas akan budaya dan adat istiadat.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya