Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Jakarta Cycling Community /Foto: Instagram/@jkt_cc
DREAM.CO.ID – Di tengah menjamurnya klub sepeda di berbagai daerah, ada satu komunitas yang memilih untuk tidak membatasi diri dengan nama klub. Mereka menyebut diri Jakarta Cycling Community (JKTCC), sebuah wadah yang terbuka untuk siapa pun yang mencintai olahraga bersepeda, apa pun latar belakang klubnya.
Cerita komunitas ini bermula pada 2015 ketika sekitar sepuluh pesepeda rutin gowes di kawasan Bintaro. Dari kebiasaan itu, lahirlah ide membuat komunitas bernama BL9, singkatan dari Bintaro Loop, sementara angka sembilan diambil dari nama kafe tempat mereka biasa berkumpul, Lot 9.
“ BL itu Bintaro Loop. Angka sembilan karena kita sering nongkrong di kafe di Lot 9,” jelas Ario Pratomo, koordinator JKTCC, dikutip dari mainsepeda.com.
Dari grup kecil di aplikasi pesan singkat, BL9 berkembang pesat. Dalam waktu singkat, banyak pesepeda dari klub lain ikut bergabung untuk bersepeda bersama.
© https://www.instagram.com/jkt_cc/
Melihat anggotanya makin beragam, salah satu pendiri, Ronald Simanjuntak atau yang akrab disapa Pacok, mengusulkan perubahan nama agar lebih inklusif. “ Diputuskan pakai Jakarta Cycling Community disingkat JKTCC. Dan ini adalah wadahnya para cyclist, siapapun boleh gabung untuk sharing soal cycling dan jadwal serta rute,” ujarnya.

Kini, JKTCC menjadi salah satu komunitas sepeda paling aktif di Jakarta. Grup percakapan mereka berisi sekitar seratus anggota tetap, sementara di platform Strava sudah tercatat lebih dari 600 pesepeda dari berbagai kota, bahkan luar negeri.
Bersama Deny Gepeng Christian dan Rayza Eca Tisnohadi, Ronald menegaskan bahwa visi mereka sederhana, yakni menyatukan semua pesepeda tanpa memandang klub asal, dengan satu semangat: menikmati gowes bersama.
Rutinitas mereka pun terjadwal rapi. Setiap Rabu ada agenda “ Woles Wednesday” (singkatan dari selow yang dibalik penulisannya) dengan rute sekitar 40 km di dalam kota. Start biasanya dilakukan dari Senayan City pukul 05.30 pagi dan berakhir di kafe untuk bersantai bersama.
Hari Sabtu menjadi ajang tantangan dengan “ It’s Saturday Ride”, perjalanan 70–100 km yang kadang menanjak ke Sentul atau Puncak. Sementara Minggu lebih santai dengan coffee ride yang ditentukan berdasarkan kafe tujuan.
© https://www.instagram.com/jkt_cc/
Meski bukan klub resmi, JKTCC punya aturan sederhana. Setiap peserta harus menjaga kebersamaan. Jika ada yang tertinggal, rombongan wajib menunggu hingga semua kembali berkumpul. Filosofi ini membuat suasana gowes terasa hangat dan akrab.
Cerita lucu juga kerap muncul di tengah peloton. Ada kelompok papan tengah yang dikenal karena kecepatannya yang “ nanggung” dan tim “ gak bisa pelan” yang selalu menyalip rombongan. Para pesepeda perempuan pun membawa warna tersendiri. Mereka dikenal lebih heboh dan senang berfoto di setiap pemberhentian.
“ Member kita berbagai kalangan, berbagai usia, berbagai kemampuan dan ada laki perempuan. Jadi kita harus toleran apalagi misi dan visi JKTCC adalah untuk membuat olahraga sepeda makin berkembang jadi harus bisa merangkul cyclist terutama yang baru gowes,” tutur Ario.
Kedekatan para anggota tak berhenti di lintasan jalan. Di luar kegiatan bersepeda, mereka juga rutin mengadakan off saddle gathering seperti karaoke atau makan bersama. “ Yang penting kumpul tidak dengan jersey dan sepeda,” tutup Pacok.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya