Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Profauna Indonesia/ Dok: Profauna Indonesia
DREAM.CO.ID - Profauna (Protection of Forest and Fauna) Indonesia merupakan yayasan sosial yang bergerak di bidang konservasi hutan dan satwa liar. Yayasan ini didirikan sejak 1994 silam dan tetap aktif melakukan berbagai kegiatannya hingga saat ini.
Terbentuk di Kota Malang, Jawa Timur, semula Profauna Indonesia bernama Konservasi Satwa Bagi Kehidupan. Namun pada tahun 2002 mereka mengukuhkan nama menjadi Profauna Indonesia.
Organisasi ini didirikan oleh dua orang aktivis lingkungan bernama Rosek Nursahid dan Made Astuti. Mereka prihatin pada maraknya perdagangan satwa langka di Indonesia. Profauna Indonesia terus berkembang dan miliki banyak relawan.

Dilansir dari laman resmi Profauna, bersama P-WEC, Profauna Indonesia Foundation mengelola hutan pendidikan. Di sini, sedikitnya ada 130 spesies pohon dan 50 jenis burung. Informasi lebih lanjut kunjungi Hutan pendidikan P-WEC.
Untuk membantu masyarakat yang melakukan rehabiltasi hutan, Profauna Indonesia juga secara rutin menyumbang bibit pohon ke petani hutan. Bibit pohon ini sebagian besar berasal dari pusat pembibitan pohon yang dikelola oleh Profauna Indonesia dan P-WEC.
Organisasi ini memiliki prinsip yang terus dipegang teguh. Yakni, dalam isu hutan Profauna Indonesia percaya bahwa pelestarian hutan akan lebih efektif jika melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal.
Selain itu, fokus program Profauna Indonesia saat ini adalah tentang pengelolaan hutan bersama masyarakat lokal, rehabilitasi hutan, konservasi penyu, pendidikan konservasi alam dan penyediaan bibit pohon gratis untuk memulihkan hutan yang rusak.
Profauna Indonesia hanya bekerja pada isu satwa liar (wildlife), tidak menangani satwa ternak, satwa domestik atau satwa peliharaan seperti anjing atau kucing. Mereka bekerjasama dengan Petungsewu Adventure juga mengelola pusat pendidikan konservasi alam dan outbound yang bernama P-WEC di Malang, Jawa Timur.
Profauna juga mengembangkan kemitraan dengan masyarakat lokal untuk isu konservasi hutan. Bersama masyarakat lokal, Profauna mengelola beberapa kawasan hutan lewat program perhutanan sosial. Aktivitas mereka bisa dilihat di Instagram @profauna_indonesia.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya