Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Ilustrasi (Foto: Unsplash/Mizanudin)
DREAM.CO.ID - Melahirkan generasi muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dapat dimulai dari berdirinya sebuah komunitas. Kontribusi anak muda juga menentukan bagaimana masa depan sebuah negara.
Prestasi anak muda di Indonesia pun tak hanya melambung di negeri sendiri, seringkali berita mengharukan datang dari nama-nama anak Indonesia yang mengharumkan nama bangsa.
Berikut 5 komunitas kebangsaan di Indonesia yang memiliki misi pemberdayaan dan menanamkan nilai kebangsaan serta persatuan.
1. Komunitas Historia Indonesia
Melansir laman ruang guru, Komunitas Historia Indonesia didirikan oleh sekelompok mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2003.
Komunitas ini memiliki misi untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan budaya bangsa dengan menyelenggarakan program-program yang rekreatif, edukatif, dan menghibur. Tujuannya agar orang-orang dapat memahami sejarah Indonesia secara menyenangkan.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan komunitas ini seperti Museum Jazz Festival, Night at the Museum, Historical Islands Adventure, Standup Historia, Heritage Trails, dan lainnya.
View this post on Instagram
2. Indonesia Student and Youth Forum (ISYF)
Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) sudah berdiri sejak tahun 2008 sebagai non-governmental Organization. Komunitas ini aktif dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan pemuda.
Setiap tahunnya, ISYF mengadakan kegiatan kepemudaan yang mempertemukan pemuda dari seluruh Indonesia, seperti Indonesia Youth Forum dan Forum Pelajar Indonesia. Ada pula gerakan Koin Pelajar dan Merah Putih Gaya Gue.
3. Sinergi Muda
Berdirinya Sinergi Muda berawal dari terselenggaranya acara IndonesianYouth Conference 2010 yang menghadirkan puluhan pembicara dari berbagai bidang, pertunjukan musik dan budaya, serta pameran seni dan komunitas.
Berkat antusiasme anak muda yang mengikuti acara tersebut, para pencetus IndonesianYouth Conference mendirikan Sinergi Muda pada tahun 2012.
Komunitas ini didirikan untuk memberdayakan anak muda Indonesia agar dapat berkontribusi secara positif di Indonesia. Sinergi Muda juga memiliki indonesianyouth.org yang merupakan wadah digital di mana anak muda bisa mengakses berbagai informasi positif.
Setelah itu, diadakan pula program lainnya seperti IndonesianYouth Camp dan IndonesianYouth Pitstop
4. SabangMerauke
Selanjutnya ada komunitas SabangMerauke yang memiliki prinsip ‘toleransi harus dirasakan. Selain menggabungkan nama kota di timur dan barat Indonesia, SabangMerauke merupakan akronim dari Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali.
Sekembalinya ke daerah asal, anak-anak ini akan menjadi duta perdamaian bagi teman-temannya.
Komunitas ini mengadakan program seperti pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia. Pesertanya merupakan pelajar SMP dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan meluangkan waktu liburan selama 2-3 minggu untuk tinggal bersama keluarga angkat di Jakarta.
Keluarga angkat yang mereka dapat bisa saja berbeda suku dan agama sehingga toleransi akan betul-betul mereka rasakan langsung.
View this post on Instagram
5. Young Interfaith Peacemaker Community
Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) didirikan pada tahun 2012. Ini merupakan komunitas mahasiswa dari berbagai suku, etnis, dan agama yang memperjuangkan perdamaian di dalam segala keberagaman.
Salah satu program menarik diadakan oleh komunitas ini adalah Young Interfaith Peace Camp. Pada tahun 2017 ini, ada 2 camp diadakan yaitu International Camp yang menggunakan bahasa Inggris dan National Camp.
Pertemuan pemuda dari berbagai suku dan kepercayaan ini diharapkan dapat meningkatkan perdamaian di Indonesia dan juga menularkan nilai damai ke lingkungan sekitarnya.
View this post on Instagram
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya