Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Mengenal Komunitas Bye Bye Plastic Bags Yang Didirikan Melati Wijsen
DREAM.CO.ID - Sampah plastik yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia menjadi salah satu masalah yang mengancam lingkungan. Hal inilah yang membuat Melati dan Isabel Wijsen mendirikan Komunitas Bye Bye Plastic Bags (BBPB) pada 2013 untuk mengurangi sampah plastik di Bali.
Inisiatif itu datang saat dua bersaudara ini masih sangat belia. Melati baru berusia 12 tahun sementara Isabel 10 tahun. Namun hal itu tak mematahkan semangat antusias mereka untuk melakukan perubahan.
BBPB didirikan untuk meningkatkan kesadaran dan mendidik tentang dampak berbahaya plastik terhadap lingkungan, hewan, dan kesehatan.
" Ketika kami memulai @byebyeplasticbags, kami sama sekali tidak memiliki rencana bisnis, strategi, keahlian pemasaran, atau bahkan anggaran. Tapi kami memiliki tujuan yang jelas. Bali harus bebas dari kantong plastik," tulis Melati dalam Instagram @melatiwijsen.

Gerakan mengurangi kantong plastik itu pun disambut masyarakat Bali. Hingga di tahun 2019, Pemerintah Provinsi Bali melarang penggunaan kantong plastik, sedotan, dan gabus sintesis.
Kini Bye Bye Plastic Bags sudah berkembang besar. Berawal dari Pulau Dewata, komunitas ini menyebar ke berbagai kota di Indonesia hingga berbagai negara. Berdasarkan informasi di laman resminya, komunitas ini tersebar di lebih dari 50 lokasi di seluruh dunia.
View this post on Instagram
Tidak hanya berfokus pada mengurangi sampah plastik. Berbagai program lain juga telah dihasilkan komunitas ini, seperti Mountain Mamas yang diluncurkan pada tahun 2017.
Program ini memberdayakan perempuan lokal di Bali, di lereng Gunung BatuKaru, dengan pelatihan keterampilan untuk memproduksi tas alternatif buatan tangan dari bahan donasi atau daur ulang.
Adapula One Island One Voice (OIOV), yang merupakan kampanye Bali’s Biggest Clean-Up di berbagai lokasi di seluruh Bali yang dimulai sejak 2017 hingga saat ini.
Menariknya, komunitas ini juga menciptakan buku pandungan lingkungan dan pendididikan. Mereka menggerakkan kampanye lingkungan di berbagai sekolah.
" Kami memulai, dan petualangan seumur hidup pun dimulai.
Saya berterima kasih kepada Melati yang berusia 12 tahun setiap hari karena berani mengambil tindakan," tulis Melati.
View this post on Instagram
Untuk diketahui Melati Wijsen merupakan aktivis global keturunan Indonesia-Belanda. Perempuan 24 tahun ini bahkan masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 - Asia - Social Entrepreneurs tahun 2020 serta TIME's 25 Most Influential Teens of 2018.
Selain Bye Bye Plastic Bags, dia juga mendirikan Youthtopia. Terbaru, Melati Wijsen asal Bali, menjadi moderator dalam acara berskala dunia, UN Young Activists Summit 2025. Ini merupakan sebuah platform global yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, untuk memberdayakan para aktivis muda.
Untuk melihat berbagai kegiatan komunitas ini, Sahabat Dream bisa mengunjungi instagram @byebyeplasticbags.
View this post on Instagram
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya