Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Womanpreneur Community (WPC) | Foto: Instagram/@womanpreneurcommunity
DREAM.CO.ID – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lebih dari 90 persen sektor ekonomi digerakkan oleh UMKM. Pertumbuhan UMKM yang menjadi penopang utama ekonomi Indonesia ini pun mendorong lahirnya berbagai inisiatif penguatan pelaku usaha.
Salah satu gerakan yang menunjukkan perkembangan konsisten adalah Womanpreneur Community (WPC), komunitas yang berdiri sejak 2010 dan berfokus pada pendampingan perempuan pengusaha di berbagai daerah.
Di tengah meningkatnya keterlibatan perempuan dalam sektor UMKM, WPC menjadi salah satu organisasi yang menghadirkan pembinaan terstruktur agar pelaku usaha perempuan dapat mengembangkan kapasitas bisnisnya secara berkelanjutan.
Komunitas ini diprakarsai Irma Sustika, yang melihat minimnya wadah pendampingan bagi perempuan yang ingin mandiri secara ekonomi. Dalam wawancaranya dengan RRI, Irma menjelaskan alasan pendirian komunitas tersebut.
“ Awalnya karena saya senang menulis di media sosial, dan saya lihat kenapa para perempuan tidak ada induknya. Akhirnya, saya bentuk Womanpreneur Community agar perempuan mampu secara ekonomi,” ujarnya.
Sejak dibentuk, komunitas ini telah berkembang menjadi jaringan yang tersebar di banyak wilayah, dengan chapter aktif di Solo, Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, DKI Jakarta, Bekasi, Tangerang, Riau, hingga Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran chapter tersebut memperluas jangkauan pembinaan sehingga semakin banyak perempuan pengusaha dapat mengikuti program-program pelatihan WPC. Hingga kini, lebih dari 18.000 perempuan mengikuti program pembinaannya.
Lewat program inkubasi bisnis Intensif Womanpreneur (IWPC), sekitar 1.700 merek UMKM berhasil dikembangkan, sebagian di antaranya telah menembus pasar luar negeri.
Program pembinaan WPC disusun dengan pendekatan yang sistematis. Peserta mengikuti pelatihan intensif, mentoring harian, evaluasi bulanan, serta pendampingan branding, pemasaran, desain produk, dan pembiayaan. Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga menerapkan praktik bisnis secara konsisten.

Upaya pembinaan dilakukan melalui tiga pilar utama. Pilar pertama adalah pengembangan kapasitas, yang mencakup pelatihan manajemen, coaching, serta kurasi produk. Pilar kedua adalah akses pasar, yang diwujudkan melalui kerja sama dengan pemerintah, perusahaan, dan marketplace internal bernama Karyaperempuan. Pilar ketiga adalah akses keuangan, yaitu bantuan menghubungkan pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan dan penyedia alat produksi.
Kombinasi tiga pilar tersebut menjadi landasan WPC dalam mendorong UMKM perempuan agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
Dengan lebih dari 15.000 anggota aktif, WPC mencatat banyak hasil dari proses pendampingan tersebut. Banyak alumni IWPC kini memiliki usaha yang lebih stabil, memperluas kapasitas produksi, hingga membuka lapangan kerja baru. Irma menyebut dampak tersebut tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga lingkungan sekitar. “ Ketika perempuan berdaya secara ekonomi, mereka tidak hanya mengangkat diri sendiri, tetapi juga komunitas di sekitarnya,” ujarnya.

Komunitas ini juga beroperasi dengan nilai yang menjadi pedoman dalam setiap aktivitasnya, seperti sharing, learning, networking, adaptif, kolaborasi, dan konsisten. Nilai tersebut diterapkan dalam seluruh program dan menjadi kultur pembelajaran internal.
WPC menargetkan dapat membina satu juta perempuan untuk mandiri secara ekonomi. Target ini diupayakan melalui perluasan program seperti Sekolah Wirausaha Perempuan, inkubasi bisnis, dan pengembangan marketplace.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya