Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Linksos/ Foto: Instagram @lingkarsosial
DREAM.CO.ID - Dukungan bagi penyandang disabilitas sangat dibutuhkan di segala lini. Salah satunya lewat pergerakan komunitas, seperti yang dilakukan Lingkar Sosial Indonesia (Linksos). Komunitas ini merupakan pusat pemberdayaan disabilitas yang bertujuan untuk melindungi hak penyandang disabilitas dan meningkatkan kesadaran inklusi.
Dilansir dari laman Lingkar Sosial (Instagram @lingkarsosial), komunitas ini berdiri sejak 2014 silam. Berbasis di Malang, Jawa Timur, Linksos memiliki wilayah kerja secara aktif di seluruh Indonesia.
Linksos memberdayakan penyandang disabilitas di bidang kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Sejak terbentuk, komunitas ini aktif dalam inklusi sosial, kesetaraan gender, lingkungan, dan kemanusiaan.

Lebih dari 10 tahun berdiri, Linksos selalu memastikan setiap programnya inovatif dan berkelanjutan sehingga menjadi praktik baik yang potensial dan mudah diakses serta direplikasi oleh masyarakat luas.
Salah satu program unggulannya adalah Posyandu Disabilitas yang telah berjalan sejak 2019 dan menyediakan layanan kesehatan terpadu. Selain itu, Linksos membuka peluang kerja sama dengan komunitas, pemerintah, dan swasta untuk memperluas dampak positifnya.
Selain itu juga ada Omah Difabel yang merupakan program pemberdayaan sosial dan ekonomi melalui UMKM disabilitas. Program ini sudah dikembangkan sejak 2015 dan masih aktif digelar hingga saat ini.

Kegiatan lainnya ada Difpala atau Difabel Pecinta Alam dan Sako Inklusi. Difabel Pecinta Alam (Difpala) dibentuk pada tahun 2020 sebagai respons pandemi Covid-19. Difpala mengembangkan Sekolah Alam Pendaki dan Timresna—tim respon sosial bencana inklusif.
Keanggotaan Difabel Pecinta Alam (Difpala) tersebar di 11 Provinsi di Indonesia. 50 persen anggota berasal dari Jawa Timur.
Kemudian, Sako Inklusi adalah program pendidikan inklusif bagi disabilitas termasuk disabilitas dengan spektrum berat maupun yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Dirintis sejak tahun 2022, fokus pada peningjatan kemandirian dan lifeskill.
Jika ingin bergabung, kamu bisa kunjungi Website Lingkar Sosial atau berkunjung ke Share Office Lingkar Sosial di lantai 5 Gedung MCC, Jalan Ahmad Yani Nomor 53, Blimbing, Kota Malang.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya