Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Remaja Islam Sunda Kelapa
Dream – Sadar kondisi lingkungan yang mulai tak terawat akibat masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pelestarian alam, komunitas Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) menggelar acara “ Merawat Bumi, Menata Hati”.
Event yang digelar Minggu, 29 Desember 2019 silam bermaksud mengajak publik untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian pemuda dalam menjaga serta melestarikan alam secara lebih.

Bertempat di Mecapan Indonesia, Tebet, Jakarta, kajian ini menghadirkan Habib Geys Abdurrahman Assegaf, Lc yang memberikan pemaparan mengenai topik Islam dan Cinta Lingkungan.
Habib Geys Abdurrahman Assegaf, Lc mengatakan bahwa Agama Islam mengajak umatnya untuk tidak membuat kerusakkan di muka bumi.
Hadir pula, Agung Juna, influencer dan content creator, yang berbagi cerita dan mengajak anak muda untuk memulai langkah menjaga lingkungan dari hal-hal kecil.

Di acara ini juga, peserta yang hadir sekitar 150 orang belajar memanfaatkan limbah rumah tangga, yaitu minyak jelantah yang dijadikan sabun.
Para peserta yang hadir dalam acara itu merupakan perwakilan dari komunitas atau organisasi kepemudaan di sekitar Jabodetabek.

Foto: Agung Juna (kanan)/RISKA
Sebagai organisasi pemuda, RISKA menyadari bahwa pemuda memiliki tugas penting dalam melestarikan bumi untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang.
“ Kami memberikan pemahaman akan kesadaran merawat bumi dari hal terkecil yang bisa dilakukan pemuda dan bisa langsung menerapkannya pada lingkungan kehidupan masing masing orang,” ujar perwakilan RISKA kepada Dream.

RISKA juga menyadari bahwa kolaborasi yang tercipta antar komunitas pemuda akan menciptakan jangkauan lebih luas dan mempercepat kesadaran untuk merawat lingkungan.

Diketahui, acara ini merupakan sebuah program Kajian RISKA yang disebut KAIRO, sebuah kajian yang dikemas dengan konsep ngumpul santai, sharing, dan kajian bersama bisanya diadakan setiap 2-3 bulan sekali.
KAIRO menjadi wadah anak muda untuk membahas isu terkini dan belajar memahaminya berdasarkan sudut pandang Islam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam