Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Dalam sehari berapa banyak waktu Anda habiskan di depan komputer atau berkutat dengan gadget? Jika dihitung, tentu cukup lama bukan? Saat ini, orang lebih memilih untuk berkomunikasi secara virtual melalui social media dibandingkan berbicara secara langsung dengan orang-orang sekitarnya. Mengapa ya?
Implikasi Psikologis
Interaksi sosial manusia membuat satu set area otak menjadi aktif secara konsisten. Daerah ini bertanggung jawab untuk membuat kesimpulan tentang pikiran manusia lainnya. Ketika sedang berinteraksi dengan orang lain, secara otomatis manusia membuat kesimpulan tentang orang lain.
Anda tidak bisa tidak merenungkan apa yang orang lain pikirkan, apa arti ekspresi wajah mereka, apa niat mereka, dan sebagainya. Kecenderungan ini membuat interaksi sosial secara langsung menjadi menuntut. Interaksi dengan manusia membutuhkan keterlibatan emosional, dan usaha sehingga lebih kognitif, daripada berinteraksi dengan komputer.
Tidak Butuh Banyak Usaha
Studi menemukan bahwa interaksi sehari-hari hampir seluruhnya didasarkan pada komunikasi non-verbal. Ketika berinteraksi dengan orang lain, manusia terus memproses sinyal tanpa kata-kata seperti ekspresi wajah, nada suara, gerak tubuh, bahasa tubuh, kontak mata, dan bahkan jarak fisik dengan lawan bicara.
Sinyal-sinyal ini memungkinkan Anda untuk menyimpulkan niat orang lain, serta bagaimana mereka terlibat dalam percakapan, apakah stres, santai, tertarik, atau tidak. Sinyal ini menambah tingkat kedalaman interaksi, namun menuntut pacuan usaha kognitif dan emosional.
Usaha ekstra yang terlibat dalam interaksi tatap muka dapat terhindar dalam interaksi online yang terbentuk oleh isyarat-isyarat sosial minimal. Sebagian besar sinyal ini dapat diringkas dalam emoticon atau tanda baca. Itulah mengapa lebih mudah mengutarakan emosi Anda dibalik email, share Facebook, tweeting hingga tukar pikiran di Setipe.
Buktikan dengan mempraktekan beberapa hal di bawah ini
- Memaksimalkan feature yang ada di email dan kirim sesuatu ke teman Anda
- Share sesuatu yang Anda temukan di sebuah situs untuk share di Facebook
- Tweet satu hal yang terlintas di kepala, tulis hanya dalam 1 kalimat, dan tekan tweet!
- Ngobrol dengan teman baru di Setipe.com dan rasakan sensasi bertukar pikiran lewat bantuan dunia virtual
Komunikasi virtual berperan sangat signifikan dalam kehidupan modern. Interaksi secara virtual membuat seseorang merasa terhubung tanpa kesulitan. Opsi ini menyelamatkan Anda pada langkah awal bercakap dengan orang lain selagi Anda masih mempersiapkan diri untuk bertemu langsung.
Sumber: Vemale.com. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya