Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Event Comma Books (Foto: A Litte Pause, Comma Books/Arianti Khairina, Dream.co.id)
Dream - Pertumbuhan penulis muda berbakat di Tanah Air cukup menggembirakan. Tak cuma di Jakarta, tapi mereka juga hadir di berbagai daerah.
Comma Books, bagian dari Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia mencoba merangkul penulis muda berbakat. Fokusnya, para penulis muda yang yang mencakup seni rupa, film, teater, dan musik.
" Kami mewadahi penulis-penulis baru dari luar daerah, dan tulisan itu tidak melulu yang Jakarta sentris,” ujar Nisya Kunto selaku Manager Digital Comma Books, Minggu 9 Desember 2018 kepada Dream.co.id dalam acara `A Little Pause’ di Kroma Cafe, Panglima Polim, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Comma Books, kata dia, lebih fokus kepada Emerging Writers, hususnya yang berada di luar Jakarta.
" Karena kami mau merangkul potensi-potensi yang tidak hanya di Jakarta. Emerging Writers series ada Andre Septiawan, Muhamad Wahyudi, dan Pratiwi Juliani," kata dia.
© Dream
Di hari kedua, 9 Desember 2018 kemarin merupakan acara puncak. Dan di sanalah para penulis hadir dan membacakan karya terbaik mereka.
Di antaranya ada Andre Septiawan dengan bukunya yang berjudul Suara Murai dan Muhamad Wahyudi dengan bukunya yang berjudul Serayu Malam. Karya keduanya telah muncul di festival Ubud Writers and Readers Festival.

Foto: Andre Septiawan
“ Puisi-puisi saya ini sebenarnya cuma membahas hal sehari-hari yang sederhana, yang terjadi di Minangkabau. Khususnya di kota saya di Pariaman. Di sini saya ingin menghadirkan kami (orang Minang pesisiran) dengan konsep agama yang ditonjolkan. Dari awal, konsep saya itu sebenarnya ingin mengenalkan budaya saya ini lebih jauh,” tutur Andre Septiawan.
Lain halnya dengan Muhamad Wahyudi penulis buku Serayu Malam yang karyanya disampaikan melalui sebuah cerita dengan pesan unik yang ingin disampaikan kepada para pembacanya.

Foto: Muhamad Wahyudi
“ Aku ingin menampilkan kehidupan karakter orang-orang bahwa dalam perjalanan itu bukan cuma ada seneng tapi ada duka, ada tragisnya juga, ada komedi, ada segala macam di situ,” jelasnya.
Comma Books juga membuka kesempatan untuk siapa saja yang memiliki karya lho. Jadi, buat Sahabat Dream yang hobi dan sangat menggemari dunia sastra serta tulis menulis, jangan ragu untuk gabung bersama Comma Books, ya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya