Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Membagikan ilmu, wawasan, serta informasi teranyar adalah bagian dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.
Termasuk juga dalam menyambung segala info seputar agama. Menyebarkan ilmu agama juga bisa dilakukan dengan suasana yang mengasyikan.
Apalagi sasaranya saat ini adalah kaum milenial.
Ingin memberikan wadah untuk anak muda yang ingin belajar agama dengan kritis, namun tetap santai, Komuji (Komunitas Musisi Mengaji) yang diketuai Kikan Namara hadir di sekitar kita.
Komuji yang sudah berjalan setahun belakangan ini merupakan, sebuah gerakan untuk menyebarkan Islam yang ramah dan menyenangkan.
Kikan Namara, Ketua Komuji Jakarta dan beberapa teman menginisiasi gerakan untuk menyebarkan Islam yang ramah dan menyenangkan.
" Gerakan ini bernaung di bawah bendera Komuji Jakarta, dan terbuka untuk semua kalangan, tidak hanya musisi atau public figure,” ujar Kikan lewat keterangannya pada Jumat, 26 Juli 2019.

Foto: Instagram.com/kikankikan
Sebagai contoh, Kikan menambahkan, beberapa komika juga sudah pernah berpartisipasi mengisi slot kajian-kajian di Komuji.
Menurut Kikan, di Komuji anak-anak muda bisa membuka diri seluas-luasnya untuk mengekspresikan kegelisahan dan kecintaan mereka pada Islam, melalui seni dalam bentuk apapun.
Selain itu, bagi pecinta literasi di beberapa kesempatan event kajian, Komuji juga membuat mini bazar yang dikhususkan untuk teman-teman komunitas penggiat literasi.
Lewat gerakan ini, Komuji ingin anak-anak muda di luar sana aware bahwa ada alternatif lain untuk belajar agama dengan seru dan asik.
Untuk itu, Kikan sangat berharap, teman-teman musisi maupun tokoh masyarakat yang tentunya memiliki kekuatan untuk meng-influence masyarakat, bersedia untuk ikut mendukung penyebarluasan gerakan ini.

Foto: Instagram.com/komujijakarta
“ Saya sangat membutuhkan support teman-teman sekalian agar gerakan ini dapat lebih banyak exposure, sehingga semakin banyak anak muda di luar sana yang aware bahwa kini mereka punya satu lagi pilihan untuk mempelajari agama dengan seru dan asyik,” kata Kikan.
Sesuai dengan namanya, Komuji selalu menyertakan penampilan musik secara bergantian dengan kajian dari ustaz-ustaz sebagai narasumber.
Untuk pemilihan narasumber, di sini Komuji sangat memperhatikan dan rela menyeleksi secara ketat tentunya dengan menggali sanad keilmuan dan background akademis mereka masing-masing.
Hal ini dilakukan agar materi atau pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh teman-teman Komuji.
Tak melulu soal kajian dan penampilan musik, Komuji juga turut aktif dalam kegiatan-kegiatan lintas agama dan lintas mazhab.
Sebab di Komuji, merawat ke-Bhinneka-an adalah salah satu poin yang sangat jadi kepedulian bersama serta melatarbelakangi terbentuknya gerakan ini.
Di kesempatan ini, Kikan berharap agar Komuji bisa diterima masyarakat dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“ Cara dukungnya gampang kok. Yang pertama, apabila memungkinkan, datanglah ke kajian kami yang InsyaAllah rutin digelar tiap bulan. Kedua, bantu kami membangun awareness masyarakat dengan mengunggah kegiatan Komuji melalui media sosial," kata Kikan.
" Ketiga, ceritakan pengalamanmu mengikuti kajian di Komuji kepada kerabat dan keluarga, sehingga ke depannya Komuji terus membesar dan semakin solid,” tambahnya.
Apakah Sahabat Dream ingin ikut serta di Komuji? Jangan ragu lagi untuk hadir di acara-acara Komuji yang bisa kamu pantau di sini.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya