Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi Menulis/Shutterstock
Dream - Sisi negatif dari zaman yang serba modern dan digital sekarang ini berdampak kepada menurunnya minat baca dan tulis anak. Kondisi ini berbeda dibandingkan satu dekada lalu. Kalangan anak-anak dan remaja masih menikmati hiburannya melalui bacaan seperti komik, majalah dan koran.
Kini semua telah berubah. Teknologi membuai anak-anak dengan kecanggihannya sehingga aktivitas membaca secara fisik melalui sebuah buku atau kegiatan menulis dengan alat tulis menjadi hal yang cukup langka.
Dengan kemudahannya dan grafis yang lebih menarik perhatian, anak-anak memilih untuk mencari gawai kesayangannya saat ingin menemukan informasi atau pengetahuan baru. Hampir seluruh aktivitas seperti mendengarkan musik atau berbincang dengan rekan bermain dilakukan secara virtual.

Melihat hal ini, Lala Elmira, seorang dosen Bahasa Inggris di Universitas Indonesia, mendirikan komunitas One Day To Write (ODTW).
Selain untuk meningkatkan minat menulis anak-anak, ada juga kelas untuk remaja serta orang dewasa yang dibuat ODTW.
Lala menjelaskan banyak masyarakat tak menyadari jika aktivitas menulis memiliki banyak manfaat salah satunya terapi penyembuhan.
“ Manfaat dari menulis bukan hanya menyalurkan ekspresi tapi kita juga bisa mendapatkan healing dari kegiatan tersebut, Jadi InsyaAllah ketika menulis kita bisa mendetox secara alami,” ujar Lala Elmira, selaku Founder ODTW pada Kamis, 27 Agustus 2020 di #NgobrasDream.
Berkesempatan mengobrol dengan Lala membicarakan tentang menulis di era digital, kemarin. Buat Sahabat Dream yang ketinggalan obrolan kami, bisa langsung saja kepoin IGTVnya Dream.co.id berikut ini.
View this post on Instagram
Dream - Umar Syarief, salah satu atlet karate kebanggaan Indonesia, sukses mempersembahkan prestasi. Sejumlah medali dalam kejuaraan nasional dan internasional berhasil dia koleksi.
Medali-medali yang ia dapatkan tercatat sejak 1997 sampai 2010. Saat ini Umar menetap di Swiss dan menjadi seorang Master Trainer Strong Nation.
Meski telah pensiun sebagai atlet Indonesia, Umar terus menunjukkan pengabdiannya untuk Indonesia dengan cara menjadi pelatih tim nasional karate Tanah Air.
© © Umar Syarief
Tinggal di Swiss tak menghalanginya untuk tetap konsisten melatih para atlet Indonesia meski memiliki zona waktu berbeda jauh.
Sejak 2017, ia berinisiatif menjadikan strong nation sebagai salah satu program latihan inti tim nasional ketika berlatih untuk SEA Games.
“ Saya memasukan Strong Nation untuk pelatihan rutin tim nasional, supaya mereka mendapat variasi agar atlitnya tidak jenuh karena kalau sudah jenuh bahaya membuat kita gampang cidera, dan kelelahan,” ujar Umar Syarief.
Simak obrolan santai kami bersama Umar Syarief lengkapnya di Instagram TV berikut ini.
View this post on Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya