Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Naylakidz.com)
Dream - Perkembangan zaman yang semakin pesat, tampaknya memberikan banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan seolah memberikan berbagai tantangan, namun tak sedikit juga yang menawarkan harapan dan impian.
Pun begitu dengan dunia anak-anak. Semakin hari perkembangan pada dunia mereka semakin tak terbendung, karena proses kreatif terus berjalan.
Jika kita kembali pada sekitar 30 tahun lalu, dunia anak masih penuh dengan hal-hal yang tradisional. Mulai dari berbagai macam mainan yang melibatkan aktivitas fisik, tarian daerah yang banyak diminati, dan nyanyian yang sepertinya tak lekang oleh waktu.
Siapa yang tak kenal dengan lagu " Pelangi-pelangi, Potong Bebek," dan lagu lainnya yang diturunkan dari nenek moyang kita. Semua lagu itu menjadi legenda tersendiri untuk dikenang. Sayangnya saat ini, proses kreatif khususnya di bidang musik anak-anak mengalami pergeseran yang cukup berbeda. Kita tidak lagi mendengar syair-syair atau bait bertemakan kekeluargaan, atau bahkan… kita tidak lagi mendengar bait yang bertemakan motivasi.
Hampir jarang, kan?
Lalu, apa yang bisa kita perbuat dengan hal tersebut? Apakah kita akan berdiam diri saja dan melihat pergeseran dunia anak semakin melebar tak terbendung? Apakah kita hanya akan menerima bahwa kenyataannya, kini dunia anak seperti terbatas pada hal-hal yang berbau hedonisme.
Di antara sekian banyak tawaran menggiurkan yang bisa saja mengakibatkan banyak anak terlena dengan kehidupan modern, kehidupan pun selalu menawarkan harapan dan impian.
Masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan anak-anak kita. Salah satunya adalah berdakwah melalui nyanyian.
d'naayla dari Naylakidz, menyadari bahwa anak-anak adalah pribadi yang aktif, penuh rasa ingin tahu, dan suka berpetualang.
Karakter yang ada dalam setiap anak perlu dipertahankan dan terus dikembangkan menjadi sebuah karya yang dapat bermanfaat bagi banyak orang.
d’nayla yang saat ini fokus terhadap dunia anak, memiliki mimpi besar untuk anak Indonesia. Melalui bait-bait yang dilantunkan dalam sebuah karya,
d'nayla berharap bahwa anak Indonesia akan tetap memiliki dunianya tanpa perlu menjadi karakter yang dipaksakan.
Karena dunia anak hanyalah tentang bagaimana mereka merasakan kebahagiaan. Mau tahu seperti apa karya d'nayla? Yuk lihat di sini dan tularkan rasa cinta musik Indonesia kepada anak.
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya