Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Ada kalanya Anda terjebak dalam fase merasa skeptis dalam mencari pasangan. Ketika terjebak dalam fase tidak percaya cinta, seseorang akhirnya cenderung tidak mempedulikan beberapa laki-laki yang sebenarnya baik.
Dalam tahap ini, biasanya mereka justru terjebak dengan pemikirannya sendiri dan menganggap bahwa laki-laki itu pembohong dan hanya mementingkan diri sendiri. Kesalahan persepsi inilah yang bisa menghalangi Anda dalam membina hubungan romantis dengan orang lain.
Untuk keluar dari jebakan persepsi ini, Anda perlu mengetahui seberapa akurat hal-hal yang Anda percayai saat ini. Seorang pakar emosi, Karyn Hall (2012) menjabarkan beberapa hal yang bisa membuat Anda 'salah tangkap' dan cara menghindarinya.
Karakter manusia yang selalu mencari pembenaran akan menjadi problem tersendiri jika hanya memfokuskan diri pada informasi yang mendukung kepercayaan mereka dan menolak informasi yang berlawanan. Hal ini seringkali menimbulkan salah persepsi karena tidak mampu objektif dan melewatkan informasi yang sebenarnya penting.
Kecenderungan ini disebut sebagai confirmation bias. Nah, parahnya lagi terkadang confirmation bias diikuti dengan kecenderungan menyambung-nyambungkan informasi yang sebenarnya tidak berasosiasi sama sekali dengan kepercayaan yang dimiliki untuk mengisi ketidaktahuan akan suatu hal.
Banyak orang cenderung membentuk kepercayaan akan hubungan romantis berdasarkan pengalaman masa lalu. Nah, pengalaman inilah yang menjadi patokan dalam memandang hubungan mereka selanjutnya. Ketika mengalami kegagalan dalam percintaan, beberapa orang memiliki kecenderungan untuk merasa hubungan selanjutnya juga akan gagal menjadi besar.
Mood yang sedang tidak baik juga menjadi salah satu penyebab confirmation bias. Bad mood seringkali membuat seseorang menjadi down, akibatnya mereka menjadi lebih mudah menerima informasi dengan negatif.
Sumber: Vemale.com (Ism)
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id,
dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin
dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya