Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Foto: Instagram.com/ria.sarwono
Dream - British Council berhasil mencuri perhatian penonton Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 di Senayan City, Jakarta. Para model yang mereka hadirkan membuat tamu undangan yang hadir ikut tersentuh.
Hadir untuk yang kedua kali di ajang JFW 2020 pada Kamis, 24 Oktober 2019, British Council menghadirkan para disabilitas yang menjadi dancer di salah satu bagian penampilan mereka.
Di media sosial, British Council telah sejak lama mengampanyekan tagar #SamaBisaBisaSama untuk maksimalkan aksinya kali ini.

Foto: Instagram.com/idbritish
Berkolaborasi dengan Cotton Ink, British Council mengajak para pelaku industri mode dan ekonomi kreatif agar lebih membawa aspek keberagaman pada setiap karyanya.
Keberagaman yang ditampilkan dalam show British Council bertajuk “ Intoart” ini menceritakan tentang eksistensi disabilitas dalam kehidupan masyarakat.

Perlu kita tahu, saat ini tak sedikit orang menganggap kondisi distabilitas merupakan sebuah kekurangan mutlak, padahal anggapan itu tidaklah benar.
Kondisi ini juga kerap dianggap sebagai suatu ketidakberdayaan.
Dengan hadirnya " Intoart'' di panggung JFW 2020, stigma ini dipatahkan dengan keberadaan karya-karya para seniman dan model disabilitas yang dihadirkan.
Menggandeng ilustrator Ayang Cempaka, Cotton Ink mengusung 'Casual with A Twist' dengan melihatkan corak floral dan warna-warni penuh semangat pada koleksinya.

Foto: Instastory @cottonink
Garapan Cotton Ink dan Ayang Cempaka ini dianggap mencerminkan semangat kreativitas dan eskpresi diri dalam kondisi disabilitas yang dipresentasikan tiga perempuan penyandang disabilitas dari beragam profesi yaitu Feby Widya Putri, Namira Zania, dan Marta Hardy.



Foto: Instastory @cottonink
" Ini adalah kolaborasi yang sangat menarik bagi kami," terang Ria Sarwono selaku Owner dari Cottonink.

Ria Sarwono & Carline Darjanto/Foto: Insagram @carlinedarjanto
Tak cuma itu, seluruh penonton di fashion tent JFW 2020 berhasil dibuat haru dengan adanya penampilan Gigi Art of Dance yang memeriahkan pagelaran busana ini.
Mereka adalah lima orang penari distabilitas yang semangat menampilkan tariannya dengan mengenakan koleksi dari Cotton Ink dan Ayang Cempaka.

Menyatakan dukungan tema ini, fashion hijab Tantri Namirah dan penyanyi Kallula juga ikut melenggang di panggung JFW 2020 'Casual with A Twist'.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
