Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Berbagai Jenis Garam (Foto: Shutterstock)
Dream - Garam adalah bumbu masakan penting dalam sejarah kuliner. Dari generasi-generasi, berbagai masakan menggunakan garam dengan beragam bentuk, rasa dan jenis. Mungkin Sahabat Dream beranggapan kalau seluruh garam adalah sama, padahal tak demikian.
Garam terdiri dari banyak jenis, bukan hanya garam dapur yang selama ini kita sering gunakan. Ada beberapa varian garam yang mungkin belum pernah Sahabat Dream dengar sebelumnya.
Bagi yang ingin mempelajari bumbu dapur dengan detail, ketahui dulu jenis-jenis garam berikut agar tak salah pilih. Yuk, simak.
Garam meja adalah garam standar yang bentuk seperti kristal-kristal kecil. Biasa ditempatkan di wadah khusus dengan penutup berlubang. Garam inilah yang kerap digunakan untuk menambah rasa masakan.

(Foto: Image by Bruno Glatsch from Pixabay)
Biasanya, garam meja dikemas dengan tambahan yodium. Sebenarnya peletakkan garam di meja makan merupakan hal yang kurang baik. Hal ini karena masakan yang disajikan sebaiknya sudah memiliki rasa yang lengkap dan tak perlu lagi tambahan garam. Lagipula, terlalu banyak garam juga bisa meningkatkan risiko darah tinggi.
Laut adalah sumber utama garam di seluruh dunia. Garam ini diperoleh dari penguapan air laut. Varietas yang berbeda bakal diberi label sesuai dengan lokasi garam diproduksi, termasuk karakteristik.

Garam laut dapat mengambil bentuk serpih, kristal halus, atau kristal kasar, dan memperlihatkan beragam warna dari mineral dan karakteristik laut tempat dibuat. Karena variasi rasa, serta tekstur ini, memasukkan garam laut murni dalam masakan sangat jarang dilakukan oleh para ahli masak. Biasanya, garam laut digunakan sebagai hiasan atau bumbu taburan dan bukan bumbu utama.
Garam khusus seperti garam pink Himalaya (lihat di atas) dan garam hitam Hawai (yang mendapat pewarnaan dari lava hitam di tanah tempat dipanen) atau garam artisan memiliki variasi rasa dan tekstur yang halus. Level rasa asinnya tidak terlalu pekat, lebih ringan dari garam laut dan garam meja.

(Foto: Dr Health Benefit)
Garam-garam ini biasanya dijual di toko organik dan diklaim lebih sehat. Warnanya yang unik juga kerap dijadikan hiasan dalam hidangan. Garam artisan juga kerap dicampur dengan berbagai bumbu dan rempah, seperti daun jeruk, bawang putih atau bahan organik lainnya.
Sumber: The Spruce Eat
Dream - Sudah membuat masakan favorit keluarga, tetapi hasilnya malah mengecewakan. Rasa masakan tak seperti biasa. Ada yang kurang atau malah rasanya menjadi sangat aneh.
Dalam memasak, insiden salah perhitungan takaran bumbu memang kerap terjadi. Ada yang kurang atau berlebihan sedikit saja, bisa mengubah rasa dan aroma keseluruhan masakan.
Rasa yang diinginkan malah tak didapatkan. Nah, coba hindari tiga kesalahan ini dan konsisten dalam memberi takaran bumbu.
1. Tidak memberi garam sama sekali
Garam jadi komponen super penting dalam masakan. Efek memberi garam pada masakan bisa membuat daging menjadi lebih empuk, sayuran menjadi lebih nikmat serta masakan jadi lebih terasa.
Dengan takaran yang pas, tidak berlebihan, justru akan mengeluarkan rasa asli masakan. Jadi, tak perlu takut memberi garam.
2. Selalu menggunakan lada hitam
Lada hitam memang memiliki rasa yang tajam. Sifat rasanya, meningkatkan kemampuan kita untuk mencicipi makanan, menstimulasi kelenjar air liur sehingga kita mengalami rasa lebih lengkap. Namun, tidak perlu menggunakannya dalam segala hal masakan seperti garam.

Sifat lada hitam tidak seperti garam yang akan melebur dengan masakan. Bumbu ini akan menonjol dengan rasa khasnya. Membumbui segala masakan dengan lada hitam akan membuatnya malah terasa membosankan.
3. Menggunakan rempah lama
Umur rempah juga sangat mempengaruhi rasa. Ingat kembali kapan Sahabat Dream memperbarui rempah di dapur. Jika sudah lebih dari 6 bulan hingga setahun sebaiknya ganti dengan yang baru. Kesegaran rempah yang baru digiling akan sangat kualitas rasa masakan.
(ism, Sumber: Self.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya