Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ivan Gunawan. (Foto: Dream.co.id/Ratih Wulan Pinandu)
Dream - Desainer kondang Ivan Gunawan semakin tertarik menggeluti fesyen muslim. Setelah sukses mengeluarkan koleksi hijab, kini ia tertarik merambah ke desain busana yang lebih syari.
Pria yang karib disapa Igun ini mengungkapkan, Ramadan mendatang akan mengeluarkan label pakaian baru bernama 'Maisa'. Sebuah brand yang dikeluarkan khusus untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Terutama dalam memilih pakaian yang anggun dan santun dalam menutup aurat dengan benar.
" Maisa artinya berjalan dengan kebanggaan. Insya Allah dia bangga menutup auratnya dengan memakai baju saya," tuturnya saat dijumpai pada Kamis, 7 April 2016 di kawasan Jakarta Selatan.
Lebih jauh, Ivan menjelaskan Maisa berawal dari kedekatannya dengan seorang anak kecil bernama Asyila.
" Maisa anak saya akan lahir di bulan puasa itu inspirasinya didapatkan dari anak angkat saya. Namanya Asyila, anaknya ramzi. Sangat dekat sekali, dan saya izin sama Afi mau pakai namanya dia," kata Igun.
Sedangkan untuk tahap persiapan, Ivan mengakui tengah banyak berkonsultasi dengan Oki Setiana Dewi. Igun secara serius mempelajari aturan-aturan mengenai baju syari seperti yang diajarkan Al Quran dan Al Hadist.
Ia benar-benar ingin membuktikan, dalam berbisnis busana syari ini juga bernilai ibadah. Sehingga ia ingin membuktikan pada masyarakat bahwa dengan caranya sendiri, ia dapat bermanfaat bagi agama dan masyarakat luas.
" Saya mau bikin yang ibu saya mau pakai. Beliau nggak suka baju muslim yg terlalu gimana, jadi saya bikin yang classic dan elegan. Bahan bagus detail bagus harga terjangkau," terangnya kemudian.
Pada koleksi ini, Igun ingin mempersembahkan baju untuk sehari-hari. Sehingga jauh dari kesan glamour dan mewah layaknya baju pesta.
" Dolce Gabanna saja mengeluarkan Abaya, masa Ivan Gunawan nggak bisa. Saya ingin memanjakan pelanggan dengan merasakan rancangan saya. Jadi harga saya buat antara Rp.1-1,5 juta agar semua bisa pakai," tutupnya. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan