Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Diajeng Lestrai, CEO Hijup,com (Foto: Dream.co.id/ Idho Rahaldi)
Dream - Kualitas produk industri fesyen dari pabrikan di Indonesia tak bisa diragukan. Bagus dan mampu bersaing dengan produk dari luar. Ini bukan klaim semata. Diajeng Lestari, CEO Hijup.com, mengaku keunggulan tersebut.
Ditemui redaksi Dream beberapa waktu lalu di Jakarta, Diajeng mengatakan Hijup.com tengah mengkaji kemungkinanbekerja sama dengan industri manufaktur. Strategi ini dilakukan oleh brand luar negeri yang memiliki pabrik di Indonesia.
"Proyeksi mau tidak mau harus ke manufaktur ditargetkan di tahun depan. Bentuknya kerjasama seperti brand-brand luar negeri, Victoria Secret ada di Yogya dan Mark Spenser itu ada di Bekasi. Kalau kita ke Dubai atau mall-mall terbesar di dunia, produk yang dijual itu made in Indonesia, karena buatan Indonesia itu grade satu yang rapi," terang wanita berusia 30 tahun ini.
Banyak mess dan juga high brand memiliki pabrik dan dikerjakan oleh sumber daya manusia di Indonesia. Karena hasil pekerjaan dari SDM Indonesia diakui sangat baik dan rapi dari segi penjahitannya.
"Contohnya, di Inggris ada sport wear A itu satu diambil dari Indonesia dan satu lagi diambil dari Vietnam pasti akan beda walaupun satu brand dan satu model. Masih lebih rapi dari Indonesia jahitannya, Indonesia adalah negara yang secara manufaktur sudah ada tapi tidak terbuka untuk industri dengan keuntungan dalam negeri," kata Diajeng.
Diajeng menambahkan, harus ada peran pemerintah Indonesia untuk membantu industri fesyen berkembang dengan pesat.
"Jadi harusnya di sini ada peran pemerintah untuk alih teknologi dari brand-brand sana untuk membuka peluang usaha di sini atau membuka UU agar tidak menjadi daerah berikat saja, harus ada di di Indonesia plus serve produk Indonesia juga," tutupnya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?