Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Diajeng Lestari, CEO Hijup.com (Foto: Dream.co.id/ Idho Rahaldi)
Dream - Perkembangan industri fesyen Indonesia berkembang secara pesat. Hal ini dibuktikan dengan nilai pertumbuhan yang trennya terus menanjak. Salah satunya penjualan busana muslim di Hijup.com.
" Dari tahun 2014-2015 Kemarin 5 kali lipat dan kita targetkan kembali 5 kali lipat (500persen), room for growth masih besar. Penduduk muslim di Indonesia itu 89 persen jadi masih banyak," kata pendiri yang juga CEO HijUp.com, Diajeng Lestari saat ditemui Dream.
HijUp.com merupakan e-commerce yang menjual busana muslim serta aksesori yang berhubungan dengan muslimah. Menurut istri dari CEO Bukalapak.com Achmad Zaky ini, para desainer Indonesia sudah sangat kreatif mendesain busana muslim. Berbeda dengan desainer luar negeri.
" Indonesia itu quality dan design yang out of the box. Bisa fit ke market atau demand yang sifatnya cosmopolitan muslim modern," lanjut alumni FISIP UI ini.
Kalau di Tiongkok, lanjutnya, keunggulannya pada sisi manufaktur. " Jadi kalau dari sisi design mereka bingung mau inspirasi apa, makanya Indonesia punya kekuatan sebagai trendsetter," tambahnya.
Selain itu, aktifnya dunia sosial media di Indonesia menjadi nilai plus bagi desainer dan juga pelaku industri fesyen di Indonesia. Karena sebagai pelaku industri, sosial media menjadi media yang paling murah dan mudah untuk berjualan.
" Instagramnya followersnya bisa jutaan, itu dari sisi demand besar sekali tapi yang perlu kita cermati dari sisi supply apakah barang-barang desainer ini bisa masuk skala industri," terang Diajeng.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan