Ragam Etnik di Sentuhan Busana Muslim

Reporter : Irma Suryani
Kamis, 7 April 2016 11:31
Ragam Etnik di Sentuhan Busana Muslim
Desainer muslim mengembangkan budaya Indonesia dalam karyanya

Dream - Deretan desainer Indonesia mulai melebarkan sayapnya. Terlebih, untuk desainer muslim yang lebih dulu diberikan jalan untuk memperkenalkan industri fesyen Indonesia yang sangat berkembang dengan cepat.

Dua diantara desainer muslim Indonesia yang kerap memberikan sentuhan etnic dalam karyanya yakni Dian Pelangi dan juga Ria Miranda.

Dian Pelangi pernah membawa kemewahan songket Palembang ke negeri Paman Sam bersama Barlie Asmara dan Zaskia Sungkar. Antusiasme masyarakat sekitar yang mengunjungi DC Fashion Week terlihat dari gemuruh dan riuhnya sambutan yang diberikan. Dian Pelangi menyajikan koleksi keindahan songket asal kota Pempek ini.

Setelah menjajaki kaki di Negeri Paman Sam, Dian Pelangi kembali menggebrak fashion dunia dengan tampil di London Fashion Week, berkolaborasi dengan dua siswi fashion asal Inggris. Berkat penampilannya di London Fashion Week, Dian sempat mendapatkan wawancara khusus di CNN, Inggris.

 

 

Berbeda dengan Dian Pelangi yang selalu memberikan unsur warna cerah dan bold, Ria Miranda hadir dalam sentuhan desain berwarna pastel dan soft. Banyak mengusung keindahan kota kelahirannya, tanah Minang.

 

 

Setiap koleksi terbaru dari Ria Miranda dipastikan sold out dibeli oleh pelanggan setianya. Belum lama ini, ibu dari Katya dan Kina berkesempatan launching koleksi terbarunya yang berjudul 'Takana', terbuat dari kain songket minang yang berbahan satin. (Ism) 

 

 

1 dari 3 halaman

Dian Pelangi Goes to London Fashion Week

Dian Pelangi sempat merinding mendengar namanya lolos sebagai salah satu desainer yang akan tampil di pagelaran tersebut.

 

Dream- Karir Dian Pelangi di industri fesyen hijab sudah tak diragukan lagi. Berbagai panggungmode dari New York hingga ke Timur tengah pernah ia jajaki. Kabar terbaru, rancangan Dian berhasil dilirik para penyelenggara London Fashion Week.

Dian sendiri mengaku sangat bangga, fesyen Indonesia sudah berhasil merambah ajang bergengsi seperti itu. Dalam kesempatan emas yang akan digelar pada 17-23 Febuari mendatang, Dia tak pergi sendiri.

Menurut Dian, penampilannya di ajang mode Inggris tersebut merupakan hasil kerja kerasHijUp.com bersama beberapa rekan desainer lainnnya.

" Akan ada Jenahara, Restu Anggraini, Zaskia Sungkar dan Vivi Zubaedy yang akan berangkat," ungkap Dian di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Rabu, 3 Febuari 2016.

Meski sering tampil di pentas dunia, perempuan berusia 25 tahun ini mengaku sempat merinding kala mengetahui lolos kurasi London Fashion Week. Dian seolah merasa bermimpi ketika tahu dirinya berhasil melewati dua bulan masa seleksi.

Sebelum lolos seleksi, busana rancangan Dian memang sempat berkali-kali ditolak. Alasannya, pihak penyelenggara menuntut setiap desainer menampilkan ide-ide seru yang baru.

" Pertama kali busana muslim akan tampil di London Fashion Week. Bukan couture-couture lagi tapi panggung yang sebenarnya," ungkapnya antusias.

Dalam pagelarannya nanti, Dian berencana menampilkan 12 koleksi terbarunya. Termasuk dengan mengenakan kain jumputan yang dinamakan seri coidentity. Kain ini merupakan hasil kolaborasi bersama dua mahasiswa London College Nelly Rose dan Odette Steele.

Sedangkan untuk temanya, Dian akan menyesuaikan dengan cuaca Eropa yang tengah mengalami musim dingin. Sehingga hampir keseluruhan ia rancang bergaya 'winter look'. Terlebih dengan potongan busana muslim yang tertutup rapat. Tapi tetap cantik dengan banyak detail dan ornamen tambahan.

" Masih tetap ada outer wear. Tapi lebih banyak layering dan warna-warna gelap. Model hijab di sana juga lebih suka yang simpel kaya kerudung-kerudung Turki yang vintage.

" Pokoknya seru banget karena ini pertama kali, dan tahun lalu sempat melihat ajang ini ternyata keren-keren banget bikin melongo. Sampai mikir kayanya gue belum bisa nih teknik jahit begini dan sekarang bisa masuk," tuturnya terharu.

Lebih jauh Dian mengaku tak pernah berkecil hati. Bahkan ia mengaku merasa Indonesia memiliki kelebihan sendiri dalam mendesain baju muslim. Dia juga mengaku ini kesempatan emas baginya karena fesyen hijab tengah menjadi incaran di dunia internasional.

" Yang paling menarik itu Indonesia karena produsen dan konsumen. Mereka tidak all out dalam berkreasi sedangkan kita sudah memulai dari 24 tahun lalu," pungkas Dian.

2 dari 3 halaman

Misteri Kawah Putih di Koleksi Mel Ahyar

Perancang muda Mel Ahyar begitu manis menampilkan seluruh koleksinya di ajang bergengsi Indonesia Fashion Week 2016.

 

Dream - Mel sapaan akrab desainer bertubuh gempal ini mengusung tema Pohaci dari Line Happa, yang terinspirasi dari misteriusnya keindahan Kawah Putih.

" Pohaci dan Line Happa. Pohaci nama lain dari Dewi Mitologi dalam tatanan tradisional masyarakat sunda. Sesuai inspirasi rancangan saya yang berasal dari ketenagan elemen udara dan kesan misterius kawah putih," kata Mel Ahyar pada IFW 2016 di JCC Jakarta, Senin 14 Maret 2016.

Pada fashion show kali ini Mel bekerjasama dengan brand Wardah kometik yang mengusung tema besar Co(l)ordination bersama keempat desainer lainnya seperti Zaskia Sungkar, Ria Miranda, Dian Pelangi dan Barli Asmara.

" Saya bekerja sama dengan Wardah memiliki tema besar Co(l)ordination. Saya mempersembahkan koleksi Happa dengan membawa gambaran keindahan kawah putih dengan unsur lagit," kata Mel.

Lebih lanjut Mel mengatakan ada 12 look busana yang ia tampilkan. Dengan kesan tenang dan misterius tertuang di nuasa warna putih, abu-abu dan biru muda. Efek hujan dan kristal menjadikan kesan langit pada koleksinya.

Sementara itu, untuk detail Mel nampak menggunakan siluet oversized sebagai respresentatif elemen udara. Untuk bahan sendiri Mel memilih menggunakan katun, tweed, kanvas, linen.

Dilengkapi dengan detail payet dan sulaman tangan yang halus, membuat karya Mel Ahyar cukup cantik dengan kesan misterius di panggung runway Indonesia Fashion Week 2016. (Ism) 

3 dari 3 halaman

Usung Kain Nusantara, Zaskia Sungkar Bersinar di IFW 2016

Zaskia mengangkat tema kain tradisional dengan menampilkan busana warna hitam putih sesuai dengan warna favoritnya.

 

Dream - Artis sekaligus desainer busana muslim Zaskia Sungkar tampil apik di ajang fashion show Indonesia Fashion Week (IFW) 2016.

Berkolaborasi dengan e-commerce hijup.com, Zaskia mengangkat tema kain tradisional dengan menampilkan busana warna hitam putih sesuai dengan warna favoritnya.

" Kebetulan aku mix tradisional dan modern cut sesuai dengan temanya. Mengangkat hitam putih. Warna kesukaan aku banget. Aku susah cari kain batik hitam putih. Aku langsung ke pengrajin tenun hitam putih," kata Zaskia Sungkar di IFW 2016, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat 11 Maret 2016.

Selain tenun, istri dari Irwansyah itu menampilkan sentuhan batik dalam busananya. Ia menciptakan karya-karya batik dalam koleksi hitam putih melalui teknik cap, lipatan, dan origami.

Kain tradisional seperti tenun dan batik sengaja dipilih lantaran ingin mengajak para kawula muda mencintai kain tradisional.

" Ingin mengajak anak-anak muda lainnya. Tidak melupakan kain tradisional yang luar biasa bagusnya. Karena kain tradisional itu kultur," tandasnya.

Pada saat fashion show, desainer yang akrab disapa Kia itu memberikan kejutan dengan menghadirkan sang adik di atas panggung fashion show.

Shireen nampak cantik dengan busana monokrom hitam putih dengan sentuhan tenun dibalut jilbab warna putih tulang.

Sementara itu, secara keseluruhan Kia menampilkan 12 total look dengan sentuhan batik Rangrang asal Bali, tenun dan katun.

" Koleksi 12 look. Benang merahnya adalah batik cap Garutan dan batik Rangrang Bali, tenun dan katun," tandasnya. (Ism) 

Beri Komentar