Investasi `Dunia Akhirat`

Reporter : Ratih Wulan
Rabu, 6 April 2016 20:30
Investasi `Dunia Akhirat`
Banyak yang `hijrah` ke investasi syariah. Banyak kalangan turut meriung. Mulai pelajar hingga selebriti.

Dream - “ Pertimbangan aku investasi reksa dana syariah itu, aman dunia akhirat,” kata wanita berhijab oranye itu. Air mukanya berseri. Bibir menebar senyum. Kata-kata puan berparas ayu itu penuh semangat.

Cerita terus mengalir. Bak mantra, kisah-kisah itu menyihir 100 orang yang berderet di depan pentas. Mereka diam di atas kursi, menyimak kata demi kata. Terkadang mengernyitkan dahi, mencerna. Sebagian manggut-manggut, seolah paham dengan penuturan wanita di atas pentas itu.

Perempuan berkerudung di atas panggung itu adalah Zee Zee Shahab. Model sekaligus artis berhijab yang karib disapa Zee. Pada Rabu 30 Maret 2016 itu, dia membagi pengalaman berbisnis investasi reksa dana syariah dalam talk show bertajuk “ Hijrah-Saving to Investing” di Bursa Efek Indonesia.

Seperti orang kebanyakan, istri presenter Prabu Revolusi ini mengaku tak tahu menahu bisnis ini. Selain itu juga tak berminat dengan investasi reksa dana. Apalagi yang syariah, bisnis yang belum dipahami sama sekali.

“ Awalnya aku nggak terlalu ngerti dan nggak terlalu minat, tapi didoktrin terus sama suami. Dia bilang kalau manage uang harus benar di jalan Allah, apalagi setelah punya anak. Mas Prabu nyuruh aku dengan paksa inves reksa dana,” ungkap Zee.

***

Bisnis investasi syariah di Tanah Air memang tengah menggeliat. Kue bisnisnya lumayan besar. Lihat saja catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kapitalisasi reksa dana syariah yang digeluti Zee itu mencapai Rp 9,54 triliun.

Sementara, kapitalisasi saham syariah mencapai Rp 2.800 triliun, dan obligasi syariah atau sukuk bernilai Rp 9,52 triliun. Sudah begitu, pertumbuhan tiap tahun pun menyentuh dua digit, 12-15 persen. Sungguh menjanjikan.

Namun, laju bisnis ini belum maksimal. Banyak tantangan besar menghadang. Antara lain pemahaman masyarakat. Ada anggapan bahwa investasi –termasuk yang syariah, entah itu saham, reksa dana, maupun obligasi, hukumnya haram. Dianggap sama dengan judi.

Itu pula yang diakui oleh Ketua Bidang Pasar Modal Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Iggi H Achsin. “ Memang masih banyak perbedaan pendapat soal saham syariah,” kata dia.

Alquran memang mengajarkan umat untuk menghindari riba dan maisir alias judi. Islam juga melarang gharar atau yang bersifat spekulatif. Tapi, kata Inggi, investasi syariah tak tergolong ke dalam tiga hal tersebut, apalagi sampai perjudian.

Menurut Iggi, perjudian biasanya berkaitan dengan keuntungan yang diterima seseorang akan menyebabkan kerugian pada pihak lain. Sementara, investasi saham syariah, tidak ada pihak yang dirugikan jika investor melepas saham karena adanya kebutuhan mendesak.

Transaksi saham syariah juga bukan kegiatan spekulatif. Ambil cotoh pedagang roti. Mereka mengambil dagangan untuk dijual, habis dalam sehari. Tentu dengan harga lebih tinggi dari harga kulakan agar mendapat untung.

Sistim itu diperbolehkan. Karena tak ada pihak yang dirugikan. Investasi di pasar modal syariah, jelas Iggi, pada prinsipnya adalah musyarakah.

Sosialisasi tentang pemahaman inilah yang saat ini gencar dilakukan. Baik pemerintah maupun pelaku bisnis investasi syariah. Sehingga, tertanam pemahaman bahwa investasi syariah bukan bisnis yang haram.

“ Kenapa orang enggan investasi saham syariah? karena mereka enggan dan tak mengerti,” tutur Inggi.

Dan rupanya, kampanye itu berhasil. Saat ini, mulai banyak yang ‘hijrah’ ke investasi syariah. Banyak kalangan turut meriung. Mulai pelajar hingga selebriti. Dari desa hingga kota. Apalagi, investasi ini sangat mudah. Bisa dimulai hanya dengan uang Rp 100 ribu saja.

Setidaknya itu bisa dilihat dari Zee. Wanita yang berulang tahun ke-28 pada 31 Maret silam itu semakin tahu bahwa bisnis investasi syariah tidaklah haram.

Dengan pemahaman agama yang makin dalam, Zee berhijrah pada reksa dana yang dianggap sesuai syariat Islam. Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya ibu satu anak ini berani melepas investasi dan tabungan konvensional.

“ Reksa dana syariah lebih berkah karena banyak hal-hal yang dilarang agama kita ya seperti bank, reksa dana dan deposito konvensional dan dua tahun terakhir aku pindah ke yang syariah,” papar dia.

Awalnya, Zee investasi di reksa dana untuk jangka waktu dua tahun. Tapi kini diperpanjang hingga lima tahun. Bahkan dia berani menaikkan besaran investasi, dari 20 persen pendapatan menjadi 25 persen.

***

Namun, bukan berarti bisnis ini tanpa risiko. Ada untung, ada pula kemungkinan rugi. Dan itu pula yang dirasakan oleh Zee selama dua tahun menggeluti reksa dana syariah ini.

“ Dua bulan ini masih ngerasain manisnya. Pas 2015 akhir itu yang pahit cuma kata Mas Prabu, segitu mah belum terlalu pahit karena dulu sempat ngalamin yang pahit banget. Ohh oke, berarti ini belum terlalu pahit,” ungkap Zee sambil tertawa.

Simak pula penuturan Adrian Maulana. Presenter yang sudah 11 tahun berkecimpung dalam bisnis pasar modal. Dia menanamkan sejumlah dana ke pasar modal sejak 2005. Pada 2009, dana tersebut berlipat sebanyak 40 persen.

Namun pada 2015 silam, indeks saham sempat anjlok sampai 12 persen. Tapi Adrian tetap bersabar. Dia tetap optimistis, apalagi dengan kenaikan indeks tahun ini yang baru mencapai tiga persen. Di sinilah diperlukan strategi. Harus banyak belajar dari mereka yang lebih tahu.

“ Tahun ini strategi saya tidak terlalu agresif tapi saya tetap berinvestasi di pasar modal, dan saya tidak akan pernah mencairkan reksa dana saya dalam keadaan apapun,” tutur Adrian.

Meskipun pasar saham sempat lesu, Adrian justru manfaatkan kondisi itu untuk membeli unit-unit reksa dana yang lebih banyak lagi. Apapun kondisinya, Adrian selalu berinvestasi setiap bulannya.

“ Ini yang selalu saya coba share ke orang-orang untuk menyisihkan sebagian penghasilan agar berinvestasi karena saya sudah merasakan sendiri gurihnya,” imbuh dia.

Bagi Adrian, investasi seperti mencari jodoh. Tak bisa sembarang memilih. Harus ditimbang dengan matang, bibit, bobot, dan bebet setiap calon yang akan dipinang. Hindari sifat gegabah, ingin kaya dalam waktu singkat.

“ Jangan lupa berdoa dan memilih sesuai dengan syariat Islam, Insya Allah selamat dunia akhirat,” ujar Adrian.

Beri Komentar