Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Makan Daging Merah/ Foto: Shutterstock
Dream - Mengkonsumsi daging merah seperti daging sapi, kambing, dan domba dapat berguna untuk tubuh yaitu menambah asupan protein, vitamin B-12, zat besi, dan zinc yang berguna bagi tubuh. Kini banyak sekali toko daging yang menjual dalam kemasan praktis siap masak.
Sahabat Dream suka menyetok banyak daging di rumah? Jika iya pastikan tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Pasalnya, jika sering mengonsumsi daging merah bisa meningkatkan beberapa penyakit serius.
Apa saja?
1. Kolesterol Tinggi

Low-density lipoprotein/ kolesterol jahat (LDL) maupun jenis baik (HDL) adalah indikator kesehatan dari jantung. Saat zat yang terdapat di dalam daging merah menumpuk di pembuluh darah, maka akan mempersempit ruang jalannya oksigen. Kondisi yang paling fatal adalah dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.
Memakan daging merah secara berlebih akan membuat kolesterol dalam tubuh melonjak tinggi. Penelitian dari Universitas Oxford bahkan menemukan bahwa risiko penyakit jantung koroner meningkat sebesar 18% karena akibat maan daging merah sebanyak 50 gram per harinya.

Diabetes-2 berkaitan erat dengan asupan karbohidrat dan pengaturan gula darah oleh tubuh. Tak hanya itu, protein dalam daging merah juga dapat mempengaruhinya. Penelitian yang dilakukan 2014, sebuah studi di Nutrients menyimpulkan bahwa konsumsi daging secara konsisten dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2. Para peneliti berspekulasi bahwa ini mungkin karena daging merah dapat meningkatkan peradangan, menaikkan berat badan, atau meningkatkan lemak visceral, sehingga semua faktor yang diketahui dapat menyebabkan diabetes.
3. Risiko Kanker Kolorektal
Memiliki kebiasaan mengkonsumsi daging merah secara berlebih akan meningkatkan peluang terjangkit kanker kolorektal. Sebuah penelitian selama beberapa dekade terakhir, termasuk studi tahun 2015 oleh Departemen Onkologi Medis, Institut Onkologi di Universitas Istanbul menunjukkan hubungan antara konsumsi daging merah yang tinggi dan kemungkinan lebih besar dari penyakit usus.
Perlu dicatat bahwa semua daging merah tampaknya tidak memiliki efek yang sama. Daging merah olahan memiliki risiko yang besar terhadap perkembangan kanker di usus besar.
Laporan Devi Tri Aprilianza / Sumber: Eat This
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang