Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sosis (Foto: Unsplash)
Dream - Natrium atau garam memiliki manfaat kesehatan, tapi pastikan tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Terlalu banyak mengkonsumsi mineral dapat berbahaya bagi tubuh karena dapat meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung seperti serangan jantung dan strok.
Garam termasuk bumbu wajib yang ada di dapur. Selalu ada di semua hidangan gurih yang kita konsumsi. Selain menambahkan rasa ke makanan, juga menyediakan mineral esensial natrium.
Sementara natrium memiliki manfaat kesehatannya sendiri, tapi terlalu banyak mengkonsumsinya dapat berbahaya bagi kita.
Ada beberapa hidangan yang sangat kaya garam dan sering tak kita sadari. Untuk itu Sahabat Dream harus berhati-hati mengonsumsi empat makanan ini.
1. Udang
Udang beku dan kemasan mengandung natrium dalam bentuk garam untuk rasa, serta salah satu bahan pengawet untuk menghindari hilangnya kelembaan selama pencairan.

2. Daging olahan
Sosis, kornet serta daging olahan lainnya ditambahkan garam dengan level yang sangat tinggi untuk meningkatkan rasanya dan pengawet. Sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi daging olahan, apalagi setiap hari.
3. Jus kemasan
Jus buah dan sayuran dalam kemasan atau kaleng mungkin sangat kaya akan kandungan natrium. Jadi, Sahabat Dream harus selalu membaca label untuk rincian jumlah natrium sebelum membelinya.
4. Kaldu
Banyak orang menggunakan kaldu kemasan yang dibeli di toko (sayur atau daging) untuk sup, kuah dan marinasi. Kaldu yang dikemas ini dapat mengandung hingga 800 mg natrium dalam satu porsi.
Selalu pilih makanan dengan bijak dan cobalah untuk menjaga keseimbangan asupan natrium yang optimal setiap hari untuk menjaga kesehatan.
Dream - Garam termasuk bumbu yang bisa membuat rasa masakan jadi lebih lengkap dan mengikat rasa secara keseluruhan. Di dapur Sahabat Dream pasti ada garam, apa pun jenisnya.
Bumbu satu ini biasa ditaruh terakhir, untuk mengoreksi rasa. Ada kalanya kita lupa kalau sudah memasukkan garam, lalu kita tambahkan lagi. Akibatnya rasa masakan menjadi sangat asin.

Jika sudah begini rasa masakan pasti rusak. Jangan buru-buru kecewa, karena kita bisa memperbaikinya. Bagaimana? Simak saja langkah-langkah berikut.
Dengan sendok atau centong besar, ambil dengan pelan isi di kuah tempat garam ditambahkan. Jika belum sempat diaduk, Anda dapat mengatasinya dengan mudah. Bila masakan terlalu asin, empat cara ini bisa membantu.

1. Mencairkan dan Mencampurkan
Bisa menambah atau mencampurkan dengan bahan makanan lain. Misalnya tambahkan segelas air, masukkan tambahan daging atau sayuran. Penambahan lebih banyak cairan akan mencairkan garam dalam masakan, sehingga rasanya jadi tak terlalu asin.
Bisa juga menambahkan pengental. Larutkan satu sendok makan tepung jagung/maizena dalam satu hingga satu setengah sendok makan air dingin, dan tambahkan perlahan ke panci mendidih. Ulangi sampai konsistensi rasa yang diinginkan tercapai.
Pilihan lain adalah menambahkan bahan yang akan menutupi kesalahan Anda. Tambahan manis, krim, gurih, atau asam dapat meningkatkan rasa hidangan yang terlalu banyak garam.

Jangan gunakan jus buah atau sayuran, karena biasanya mengandung jumlah sodium yang nyata. Cobalah salah satu dari bahan ini yaitu, sitrus, jeruk nipis, tambahkan kemangi atau rosemary, susu, atau sour cream. Lakukan eksperimen dengan sedikit penambahan rasa, sampai rasa asin berkurang.
Kamu juga bisa menggunakan kentang untuk masakan yang terlalu banyak garam. Kentang akan menyerap kelebihan garam saat dididihkan dalam kuah/sausnya. Bisa juga menambahkan pasta atau nasi.

Zat pati pada keduanya akan menyerap kelebihan garam. Penambahan dalam jumlah banyak juga akan menyerap cairan, jadi tambahkan kaldu atau air sesuai kebutuhan.
Hidangan yang tidak terlalu banyak garam, tapi itu tetap cukup asin, dapat disajikan dengan cara yang akan meminimalkan rasa asin. Sajikan porsi kecil dengan lauk ringan seperti kentang panggang, roti, nasi, atau pasta, dan hindari menambahkan mentega dan keju yang cenderung mengandung banyak sodium.
Laporan Cindy Azari/ Sumber: Foodal
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya