Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gamers Indonesia Ternyata Punya Karakter Unik Dibandingkan Rekannya Dari Negara Lain
Dream - Selain layanan video conference yang tiba-tiba booming, kebijakan karantina selama pandemik Covid-19 juga membuat banyak masyarakat mengisi waktu luang dengan bermain game online. Bahkan percakapan tentang gaming tercatat di platform Twitter meningkat meningkat signifikan.
Mengutip rilis Twitter, volume Tweet atau percakapan tentang gaming di kawasan Asia Pasifik meningkat signifikan hingga 55 persen dan 45 persen di Asia Tenggara selama setahun terakhir.
Tren ini semakin meningkat setelah adanya peraturan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) hingga lockdown. Beberapa game yang banyak dibicarakan di Asia Pasifik termasuk Animal Crossing, Fortnite, League of Legends, and PUBG.
" Percakapan mengenai gaming pada bulan April mencapai 247 juta Tweet di kawasan Asia Pasifik. Kami dapat melihat apa arti game bagi audiens Twitter di berbagai negara dan ada karakteristik unik pada audiens setiap negara,” ungkap Martyn U'ren, Head of Research at Twitter, APAC & MENA.
Martyn menilai perkembangan gaming saat ini merupakan hal yang luar biasa. Kini permainan ini bisa dimainkan dari konsol game berukuran besar yang merupakan mesin gaming satu-satunya hingga ponsel pintar berlayar 5 inci yang berisi banyak game seru.
" Perkembangan industri gaming sangatlah dinamis dan Twitter tidak sabar untuk melihat bagaimana industri ini akan berkembang di masa depan,” kata dia
Berdasarkan Survei Twitter mengenai motivasi gaming yang melibatkan lebih dari 11,300 sampel pada bulan April di Singapura, Indonesia, Filipina, Thailand, dan India terungkap pengguna Twitter memainkan beberapa macam game untuk mengisi waktu luang.
Banyak pengguna yang mencari game dengan aspek sosial sebagai cara untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga.
Survei ini juga mengungkap tingkah laku unik gamer Indonesia di Twitter. Berikut adalah 5 temuan yang menggambarkan perkembangan industri gaming di Indonesia berdasarkan percakapan yang ada di Twitter:

Meski industri eSport sedang naik daun, hasil survei menunjukkan bahwa game kasual masih dinobatkan menjadi jenis game terpopuler di antara para gamer Indonesia.
Game kasual mendapatkan perhatian 30 persen gamer Indonesia yang ada di Twitter, dibandingkan dengan jenis game lain seperti Game Sosial (25%), Petualangan/Action (24%), eSport (19%), Role Playing (14%), dan Game Fitness (6%).

Meskipun kebanyakan negara di Asia Tenggara bermain game untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga saat periode lockdown, hal ini berbeda dengan gamer Indonesia.
Sebanyak 55 persen dari Gen-Z dan 59 persen generasi Milenial menyebutkan, bahwa mereka bermain game untuk mengisi waktu. Sedangkan 26 persen Milenial di Indonesia mengatakan bahwa gaming adalah hobi sejak dulu, di mana lebih dari setengah partisipan ingin mengisi waktu luang mereka dengan bermain game.
Dengan adanya implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia, beberapa orang mencari aktivitas untuk keluar dari kebosanan, dan data survey menunjukkan bahwa gaming adalah satu bentuk hiburan yang tidak hanya dilakukan untuk menghabiskan waktu, namun juga untuk melarikan diri dari kenyataan.
Hal penting lainnya mengenai karakteristik gamer Indonesia di Twitter adalah mereka bermain game untuk mencari bentuk keadaan normal atau normalcy dan pergi dari kenyataan yang berbeda-beda bagi orang lain.
Menciptakan keluarga virtual di game The Sims atau mengembangkan pulau sendiri di game Animal Crossing sepertinya menjadi bentuk pembuatan keadaan normal di kalangan pengguna Indonesia.

Bermain game daring dapat berarti terhubung dengan gamer seluruh dunia, atau bahkan dengan teman-teman, tapi tidak bagi gamer Indonesia.
Audiens gaming Indonesia di Twitter juga tidak terlalu antusias untuk mengobrol bersama pemain lain dengan waktu yang lama di dalam game. Namun gamer Indonesia fokus untuk menciptakan dunia yang bahagia di dalam game bagi karakter-karakter mereka.
Walau tingkat penetrasi ponsel pintar tinggi di Indonesia, konektivitas tetap menjadi isu. Hal ini juga menjadi alasan utama game offline masih populer di kalangan gamer Indonesia. Namun hal tersebut tidak mencegah gamer Indonesia untuk bermain game.
Ada ribuan game offline seru dan menarik untuk menciptakan “ dunia baru” bagi gamer untuk rehat sejenak dari kehidupan nyata; seperti misalnya: Animal Crossing, The Sims, dan Candy Crush. Twitter mengaku menemukan sebanyak 16.7 juta Tweets tentang Animal Crossing secara global dari 1-12 Mei 2020.
“ Di Indonesia sendiri, percakapan tentang gaming di Twitter meningkat sebesar 55 persen year-on-year (April 2019 - May 2020). Menambah kesenangan dari game itu sendiri, gamer membawa keseruan tersebut ke Twitter sebagai salah satu cara untuk berinteraksi dengan komunitas gaming yang ada,” sebut Dwi Adriansah, Country Industry Head, Twitter Indonesia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya