Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gaya Hijab Cantik (Foto: Shutterstock)
Dream - Masuk usia remaja dan dewasa, semua orang pasti pernah memiliki jerawat. Salah satu masalah kulit ini memang sangat menyebalkan, ya, Sahabat Dream?
Selain mengganggu penampilan, wajah berjerawat juga bisa menyebabkan peradangan jika tidak cepat diobati.

Untuk kaum wanita, jerawat biasanya mulai muncul di usia belasan hingga 30an. Namun jerawat akan tetap muncul seiring bertambahnya usia.
Terlepas dari hal tersebut, ada beberapa mitos tentang jerawat yang beredar di kalangan remaja dan orang dewasa.
Dikutip laman Boldsky.com, ada lima mitos seputar jerawat yang perlu diperhatikan supaya kamu bisa mencegah kerusakan yang lebih parah di kulit wajah, berikut ulasannya:
Fakta: Tentu saja jerawat disebabkan oleh kotoran yang menutupi pori-pori kulit. Namun bukan karena kotoran dari luar, melainkan produksi sebum yang berlebihan di kulit.
Jerawat merupakan masalah kulit yang dipengaruhi oleh kelenjar minyak di bawah kulit. Kelenjar minyak inilah yang menghasilkan zat berminyak yang disebut sebum.
Jika diproduksi secara berlebihan, sebum ini akan terangkat ke permukaan dan menyumbat pori-pori. Karena itulah, meski sering mencuci muka untuk membuat kulit tetap bersih dan higienis, kamu tidak dapat mencegah jerawat.

Nyatanya, terlalu sering mencuci muka akan membuat menjadi kulit kering. Sehingga produksi sebum akan bertambah meningkat sehingga menyebabkan jerawat tumbuh lebih banyak.
Fakta: Jerawat normal bisa diobati melalui pengobatan di rumah. Tetapi jerawat yang meradang membutuhkan penanganan medis.
Jika tidak diobati, jerawat dapat menyebabkan masalah kulit yang parah termasuk gatal, pendarahan dan sebagainya.
Selain itu, masalah jerawat dan komedo juga bisa memengaruhi kesehatan mental, termasuk memicu kecemasan dan kurang percaya diri.
Jika mengalami masalah jerawat yang parah, sebaiknya pergi ke dokter spesialis kulit untuk memeriksakan diri.
Ada mitos yang menyebutkan bahwa memakai makeup dapat menyebabkan jerawat. Nyatanya, makeup tidak pernah dapat menyebabkan jerawat, kecuali kamu malas membersihkan setelah memakainya.
Jerawat mungkin saja tumbuh jika kamu menggunakan produk makeup yang telah melewati tanggal kadaluwarsa.

Fakta: Ketika muncul jerawat, biasanya kita gemas ingin memencetnya. Tapi, sebaiknya jangan memencet untuk menghilangkan jerawat. Karena kondisi kulit akan semakin parah dengan memencet jerawat.
Kulit di sekitar jerawat akan semakin meradang dan menyebabkan lebih banyak jerawat untuk tumbuh. Selain itu, kondisi kulit akan menjadi sulit untuk dikendalikan.
Fakta: Jerawat dikaitkan dengan peradangan. Karena itu, sinar matahari diklaim dapat mengurangi peradangan akibat jerawat.

Nyatanya, paparan sinar matahari dapat memecah kolagen yang merupakan obat yang membuat kulit tetap kuat. Jika kolagen tidak ada, justru akan menimbulkan jerawat. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya