Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seringkali para perempuan mengeluh dengan jerawat yang muncul sebelum atau selama datang bulan. Hal tersebut sebenarnya wajar karena pengaruh fluktuasi hormon yang menyebabkan perubahan pada kulit.
Saat datang bulan, kulit jadi lebih berminyak dan muncul jerawat. Seorang spesialis dermatologi, dr. Geeta Fazalbhoy, mengungkap bahwa hormon progesteron jadi pemicu tumbuhnya jerawat saat haid.
" Alasannya karena kadar progesteron (hormon yang berhubungan dengan kesuburan) berada di puncak lalu secara drastis menurun ketika menstruasi. Perubahan ini dapat menyebabkan jerawat, terutama pada wajah bagian bawah atau garis rahang" ujar Fazalbhoy, seperti dikutip dari Times of India.
Tak hanya berjerawat, setiap kulit memiliki reaksi yang berbeda saat pra menstruasi. Ada yang menjadi sangat berminyak, menjadi kering, atau keduanya. Untuk menjaga kulit tetap sehat ketika hormon sedang kurang stabil, pastikan Sahabat Dream melakukan tiga hal ini.
1. Pastikan wajah tetap bersih
Untuk kulit yang berminyak, dr. Fazalbhoy menganjurkan untuk membersihkan wajah dengan rutin menggunakan sabun pencuci muka yang mengandung tea tree oil atau asam salisilat. Gunakan juga masker wajah untuk menjaga kelembaban kulit.
2. Jangan mencoba produk baru
Saat datang bulan, kulit kita berubah menjadi sensitif. Untuk itu, disarankan agar tidak mencoba produk baru kecantikan saat datang bulan. Reaksi kulit bisa jadi ektrem saat hormon sedang stabil. Mulai dari kemerahan, jerawat hingga gatal dan peradangan parah.

3. Makan sayur dan buah
Mengkonsumsi makanan yang mengandung kalium seperti pisang dan asparagus serta minum air putih dapat mengurangi masalah kulit dan keram perut.
Minum jus buah untuk meningkatkan vitalitas tubuh dan menjaga kulit tetap sehat. Tetap aktif berolahraga juga bisa melancarkan haid dan mengurangi risiko masalah kulit.
Laporan: Mega Rasmiyati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya