5 Perbedaan Busana Pernikahan Gibran dan Kahiyang

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 9 November 2017 12:44
5 Perbedaan Busana Pernikahan Gibran dan Kahiyang
Meskipun sama-sama mengusung adat Jawa, namun ada beberapa perbedaan antara pernikahan Gibran dan Kahiyang.

Dream - Presiden Joko Widodo telah dua kali menikahkan anaknya. Pada 2015 lalu, menikahkan sang anak sulung, Gibran Rakabuming Raka bersama Selvi Ananda. Lalu, pada 8 November 2017, kembali menikahkan anak keduanya. Kahiyang Ayu bersama Bobby Nasution.

Pesta pernikahan keduanya sama-sama di gelar di Solo, Jawa Tengah. Kental akan budaya Jawa, serta dimeriahkan dengan arak-arakan kirab warga sekitar. Bahkan, ada beberapa orang yang rela datang ke Solo demi menyaksikan pernikahan anak-anak Presiden dari dekat.

Meskipun digelar dalam konsep yang sama, namun ada sejumlah perbedaan pada gelaran pernikahan keduanya. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pemilihan warna-warna baju. Sejak dari siraman hingga akad nikah.

Masih mengunakan jasa desainer yang sama. Mereka percaya bahwa warna baju memiliki filosofi tersendiri untuk keberkahan pernikahan masing-masing. Seperti apa baju-baju pernikahan pilihan Gibran dan Kahiyang? Berikut ulasannya.

 

1 dari 3 halaman

Prosesi Siraman

Pada prosesi siraman, keduanya sama-sama mengenakan pakaian yang dibuat dari roncean bunga melati.

Kapanlagi© dream.co.id

Namun, saat prosesi midodareni Gibran nampak gagah mengenakan beskap bernuansa keemasan. Begitu pula dengan Jokowi yang mengenakan beskap senada, namun dengan tone lebih gelap. Sedangkan Iriana Jokowi terlihat anggung mengenakan kebaya kutu baru bermotif floral. Perpaduan warna hijau, berhias bunga-bunga oranye membuat penampilannya menjadi fresh.

Allseasonphoto© dream.co.id

Berbeda dengan Kahiyang, yang mengenakan kebaya berwarna oranye polos. Semua keluarga ikut kompak mengenakan busana berwarna senada. Mulai dari orang tuanya, kakak, adik hingga keponakannya. Sedangkan saat midodareni Kahiyang, keluarga Presiden kompak berganti pakaian ke seragam keluarga berwarna hijau.

 

2 dari 3 halaman

Akad Nikah

Dua tahun lalu, Giran dan istrinya, Selvi Ananda memutuskan untuk mengenakan busana akad nikah berwarna putih. Selvi terlihat sempurna mengenakan kebaya putih, berpadu dengan kain batik sogan. Begitu pula dengan Gibran yang mengenakan beskap, dilengkapi dengan dasi kupu-kupu dan blankon.

Kapanlagi© dream.co.id

Selama ini, warna putih dipercaya sebagai lambang kesucian. Banyak orang yang kemudian merasa warna putih sangat tepat dikenakan pada saat mengikat janji dengan orang terkasih.

Allseasonphoto© dream.co.id

Sedangkan Kahiyang memiliki selera yang berbeda. Pada saat akad nikah, ia dan Bobby justru mengenakan pakaian adat Jawa Klasik berwarna hitam.

Menurut beberapa sumber, perpaduan warna hitam dan emas berkmakna penuh wibawa dan bijaksana. Banyak harapan tersemat agar kehidupan pengantin selanjutnya dipenuhi dengan keberkahan. Sedangkan dari penampilannya menciptkan kesan mewah nan glamor.

 

3 dari 3 halaman

Resepsi Nikah

Saat resepsi, baik Gibran maupun Kahiyang sepakat megenakan baju adat Solo Keprabon. Hanya bedanya, Gibran dan Selvi mengenakan baju berwarna hitam, sedangkan Kahiyang lebih Solo basahan keprabon didominasi warna hijau.

 

Kapanlagi© dream.co.id

Pakain pengantin Solo keprabon merupakan model busana pengantin yang lebih sopan dari Solo basahan. Sang pengantin perempuan tetap mengenakan dodot, namun ditambahi dengan kebaya hitam berbahan beludru sebagai outer.

Kapanlagi© dream.co.id

Selain itu, Gibran dan Bobby juga nampak mengenakan penutup kepala berbeda. Jika Gibran tampak ganteng mengenakan blankon bermotif batik. Lain lagi, dengan Bobby yang gagah mengenakan kuluk berwarna biru muda.

Begitu pula dengan warna paes Kahiyang, yang berbeda dari kakak iparnya. Kahiyang mengenakan paes berwarna hijau yang melambangkan pengantin putri dapat selalu berpikir positif.

 

Beri Komentar