Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (foto: Shutterstock)
Dream – Musim hujan seperti mulai datang di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan BMKG sudah mengingatkan kemungkinan hujan dengan intensitas lebih deras akibat efek La Nina. Tak seperti pemilik mobil, hujan sangat mengganggu perjalana para pengendara sepeda motor.
Selain menyebabkan mogok dan mesin mati total, hujan dan banjir bisa membuat kasus kecelakaan lalu lintas meningkat. Salah satu teknik yang harus dikuasai di musim hujan ini adalah pengereman yang tepat.
Dikutip dari Wahana Honda, Senin 26 Oktober 2020, ada teknik mengerem yang bisa dilakukan saat melewati jalan basah dan licin. Teknik ini bisa membuatmu tidak jatuh terpeleset atau tergelincir.
Pertama, kamu bisa menggunakan empat jari.
Dengan menggunakan keempat jari kanan untuk melakukan rem ban depan, kamu bisa lebih maksimal menghentikan laju kendaraan. Ketika melewati jalan licin, rem motor tidak bisa bekerja secara maksimal risiko seperti terpeleset bisa terjadi.
Kedua, melepaskan gas motor. Jika ingin menghentikan kendaraan di tengah hujan atau jalan yang basah dan licin, kamu perlu melepaskan handle gas motor.
Tujuannya agar kendaraan kamu bisa dapat berhenti lebih cepat. Percuma jika mengerem, tapi tetap menarik gas motor.
Ketiga, peganglah setang motor dengan erat dan kuat. Saat berkendara di tengah hujan, kamu harus memegang setang motor denan kuat. Ini bertujuan untuk mengantisipasi ban motor selip di tengah jalan. Tujuannya agar bisa reflex dan menopang motor dengan kaki dan tubuh.
Keempat, kurangilah kecepatan secara bertahap. Untuk menghindari terjadinya ban selip, kamu juga bisa melakukan pengereman secara bertahap.
Tentunya dengan memperhatikan kondisi jalanan yang dilewati, ya. Jika jalanan sedang sepi, kamu tentu lebih leluasa untuk melakukan pengereman bertahap ini. Jika jalanan padat, ramai bahkan hingga macet, kamu bisa menurunkan kecepatan dan berkendara dengan lebih pelan.
Kelima, hindari menggunakan rem belakang. Penggunaan rem belakang pada cuaca hujan justru akan membahayakanmu. Risiko terjadi sliding bisa jauh lebih besar. Saat melewati tikungan, kamu bisa jatuh dan tergelincir.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya