Ada Polusi Suara dan Cahaya, Sudahkah Anak Belajar Memahaminya?

Reporter : Iwan Tantomi
Selasa, 2 Februari 2021 10:30
Ada Polusi Suara dan Cahaya, Sudahkah Anak Belajar Memahaminya?
Lewat program Kemendikbud belajar dari rumah melalui TVRI, anak kelas 4 dan 5 belajar lebih lanjut tentang kedua hal tersebut.

Bicara polusi, barangkali yang ada di benak anak-anak saat mendengarnya adalah polusi udara dan polusi air. Kedua jenis polusi tersebut memang dikenalkan sejak dini, sehingga anak-anak sudah lebih dulu memahaminya. Namun, saat mendengar polusi suara dan cahaya, bisa jadi kedua istilah tersebut masih asing bagi mereka.

Benar saja, polusi memang banyak macamnya. Selain udara dan air, ada pula yang namanya polusi suara dan polusi cahaya. Nah, lewat program Kemendikbud belajar dari rumah melalui TVRI, anak kelas 4 dan 5 belajar lebih lanjut tentang kedua hal tersebut.

1 dari 2 halaman

Memahami Penyebab Polusi Suara

Ada Polusi Suara dan Cahaya, Sudahkah Anak Belajar Memahaminya?© Kemendikbud

Dipandu Kak Maria dan Thierry, anak kelas 4 belajar memahami polusi suara. Supaya lebih mudah dipahami, mereka diajak membaca bersama cerita ‘Sarang Baru’. Lewat cerita tersebut, anak-anak bisa mengetahui bagaimana kawanan burung harus pindah mencari sarang baru, gara-gara bisingnya suara penebang pohon di hutan.

Parahnya, polusi suara ini bisa menyebabkan kerusakan alat pendengaran apabila frekuensinya melebihi 50 desibel dan terdengar secara terus menerus. Selain dari bunyi mesin, sumber polusi suara juga bisa ditemukan dari bising knalpot kendaraan yang melaju kencang, hingga suara kucing yang ribut atau berkelahi.

Di segmen lain, anak kelas 4 juga belajar tentang bermacam-macam alat transportasi laut, baik yang berukuran besar maupun kecil. Ada perahu, sampan, dan kora-kora, hingga bermacam-macam kapal besar, seperti feri, tanker, pesiar, dan kargo. Pada episode 19 ini, anak kelas 4 juga masih berlatih tentang cara membuat dan memahami diagram batang. Di akhir segmen, mereka juga diajak belajar tentang sosok Laksamana Malayahati.

2 dari 2 halaman

Kenapa Cahaya Bisa Sampai Menjadi Polusi?

Ada Polusi Suara dan Cahaya, Sudahkah Anak Belajar Memahaminya?© Kemendikbud

Sementara anak kelas 5 belajar tentang jenis polusi lainnya bersama Kak Agung. Di episode kali ini, anak kelas 5 belajar tentang polusi cahaya. Padahal cahaya sendiri bermanfaat untuk menerangi, kenapa bisa sampai menjadi polusi?

Menurut Kak Agung polusi cahaya ini biasa dijumpai di pusat kota. Binar lampu gedung yang begitu terang membuat bintang di langit sampai tak kelihatan. Akibatnya, polusi cahaya dapat menganggu migrasi burung. Kak Agung juga menegaskan jika polusi cahaya merupakan bentuk dari pemborosan energi listrik. Itulah kenapa saat sedang tak digunakan, ada baiknya mematikan lampu, terutama di siang hari.

Ada Polusi Suara dan Cahaya, Sudahkah Anak Belajar Memahaminya?© Kemendikbud

Bukan hanya belajar tentang polusi, anak kelas 5 juga belajar tentang beberapa kosakata baru, seperti abak-aba, bait, cericip, memandu, dan menukik. Kak Agung juga mengajak anak-anak berlatih intuisi berhitung. Di samping itu, anak-anak juga berlatih membuat dan membaca diagram batang batang dan diagram baris.

Melanjutkan proyek sebelumnya tentang komik, di episode 19 ini Kak Agung juga mengajak anak kelas 5 membuat balon percakapan. Di dalam balon percakapan itulah, anak kelas 5 diminta menuangkan imajinasi mereka saat membuat dialog antar tokoh atau karakter dalam komik.

Seru sekali bukan? Makanya, jangan sampai lupa untuk mengajak anak-anak mengikuti program Kemendikbud belajar dari rumah melalui TVRI. Program ini hadir setiap hari Senin-Jumat pada jam 10.00-10.30 WIB untuk anak kelas 4 dan pada jam 10.30-11.00 WIB untuk anak kelas 5. (*/eth)

Beri Komentar