7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream – Penumpang pesawat terbang khususnya buatan Airbus di masa depan bakal dipantau ketat maskapai. Tenang pemantauan ini dibuat untuk meneliti kebiasaan yang sering dilakukan penumpang selagi berada di dalam kabin.
Pabrikan pesawat dari Eropa ini baru membuat teknologi baru yang bisa memantau kebiasaan para penumpang. Teknologi baru buatan Airbus ini adalah kabin yang terhubung (connected cabin).
Dikutip dari laman NZ Herald, Selasa 9 Oktober 2018, teknologi ini merupakan sensor nirkabel yang terpasang di badan pesawat. Sensor ini bisa mengumpulkan kebiasaan penumpang dan penggunaan fasilitas, seperti toilet.
Sensor itu ditanam di kursi penumpang untuk mengetahui seberapa sering penumpang pergi ke kamar mandi, melihat pola tidur, dan berapa kemiringan kursi penumpang.
Sensor juga ditanam di layar TV untuk menganalisis tipe media apa yang popular bagi penumpang. Teknologi ini disematkan dengan harapan Airbus bisa memberikan konten yang terbaik sesuai dengan kebutuhan penumpang.
Peralatan pengawasan ini juga membantu kebersihan ruangan, seperti sensor kamar mandi yang mengizinkan awak kabin untuk mengetahui fasilitas mana yang perlu dibersihkan dan produk mana yang perlu diganti.
Di dapur, ada juga sensor yang tertanam di unit troli. Sensor ini juga menunjukkan stok mulai menipis serta makanan dan minuman apa saja yang paling populer.
Perangkat pintar itu dipasang di oven dan pemanas minuman. Teknologi ini akan memungkinkan awak kabin memanaskan barang ketika mereka tak berada di area dapur.
Lalu, ada juga di bawah dek yang bertujuan untuk memantau suhu dan kapasitas angkut. Tujuannya agar menjaga hewan peliharaan tetap aman dan barang berharga tak rusak.
Sekadar informasi, produsen pesawat yang berbasis di Touluse, Perancis ini membeberkan teknologinya di acara AEX Expo di Boston, Amerika Serikat. Sayangnya tak ada kabar kapan teknologi ini bisa diluncurkan.
(ism, Laporan: Erisa Riyana/ Sumber: www.nzherald.co.nz)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?