Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Jessica Dan Putrinya, Briela
Dream - Banyak orang yang mengeluhkan gangguan tidur berupa insomnia. Namun Jessica Southall sebaliknya. Ibu satu anak, malah bisa tidur kapan saja dan di mana saja. Bahkan saat tertawa, berhubungan seksual dan persalinan.
Dalam sehari, Jessica bisa tidur selama 13 jam. Hal ini ternyata karena kondisi narcolepsy, sebuah kondisi saraf yang tiba-tiba rileks ketika ia emosinya sedang menguat. Kondisi tersebut merupakan penyakit langka yang tak bisa diobati.
" Saat aku tertawa terbahak-bahak, satu menit kemudian aku bisa tertidur pulas begitu saja. Beberapa menit kemudia baru aku sadari kepalaku ada di lantai. Kepala terluka atau ada lebam di tangan karena terkena benturan saat jatuh tertidur," ujar ibu asal Inggris ini.

Menurutnya saat jatuh tertidur dan serangan narcolepsy datang dirinya masih bisa mendengar apa yang dikatakan orang-orang di sekelilingnya. Namun ia tak bisa bicara, merespons dan bergerak sedikit pun.
" Gejala tersebut baru muncul saat aku berusia 15 tahun, saat tertidur di bus dan di tengah percakapan dan di kelas. Guruku bercerita pada orangtuaku, lalu dilakukan pemindaian otak. Hasilnya terlihat adalah kelemahan saraf ketika aku mengalami emosi yang tinggi, baik saat sedih, bahagia atau terkejut," ujar Jessica.
Tertidur tiba-tiba juga dialaminya ketika melahirkan Briela, putri pertamanya. Kontraksi yang sangat sakit, ditambah luapan kepanikan dan emosi kegembiraan, membuatnya dua kali tertidur.
" Setelah melahirkan kondisiku membaik. Mungkin karena aku sudah rutin mengonsumsi obat dan jadwal tidurku teratur mengikuti jadwal tidur anakku. Tertawa sedikit, tak lagi membuatku tertidur, tak seperti sebelumnya," ungkap Jessica.
Sumber: KidSpot
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah