Bantu Pernapasan Pasien Corona Covid-19, Begini Cara Kerja Ventilator

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Kamis, 30 April 2020 18:14
Bantu Pernapasan Pasien Corona Covid-19, Begini Cara Kerja Ventilator
Indonesia masih kekurangan ventilator untuk bantu pasien corona Covid-19

Dream - Pandemi virus corona masih menjadi topik utama di hampir segala pemberitaan media. Jumlah pasien yang terpapar virus ini terus bertambah sehingga meningkatkan kebutuhan rumah sakit akan pasokan alat kesehatan. Salah satu alat kesehatan yang amat dibutuhkan bagi pasien Covid-19 dengan masalah pernapasan, yaitu ventilator. 

Ventilator merupakan alat bantu pernapasan yang digunakan oleh pasien yang mengalami masalah pernapasan. Ketika pernapasan terganggu dan berhenti, organ-organ tubuh tak lagi disuplai oleh oksigen sehingga dapat memicu terjadinya kematian.

Dilansir dari Sehatq, ventilator juga banyak digunakan oleh pasien corona Covid-19. Virus Corona Covid-19 yang menginfeksi tubuh seorang pasien, akan masuk ke saluran udara hingga bisa menyebabkan seseorang kesulitan bernapas. 

1 dari 3 halaman

Cara Kerja Ventilator pada Pasien Corona Covid-19

Super Jenius! Dokter Anastesi Akali 1 Ventilator untuk 9 Pasien

Menurut perkiraan, 1 dari 4 pasien corona Covid-19 memerlukan ventilator untuk membantu  mereka bernafas lebih nyaman. Ventilator digunakan dengan memasukkan oksigen ke paru-paru, dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Ventilator akan membantu pasien yang kesulitan bernapas seperti layaknya orang normal.

Ketika seorang pasien kesulitan bernapas, dokter atau perawat akan menyediakan sebuah tabung. Tabung tersebut fungsinya untuk menghubungkan mesin ventilator ke tubuh pasien. Melalui tabung, udara akan mengalir lalu masuk ke mulut dan turun ke tenggorokan. Dalam kondisi yang serius, tabung pernapasan akan langsung dihubungkan ke tenggorokan melalui lubang yang dibuat dengan proses operasi. 

Meskipun ventilator tidak dapat menyembuhkan pasien Corona Covid-19, namun, alat ini akan membantu pasien bertahan hidup dengan membantu pernapasan paru - parunya lebih baik. Ventilator juga dapat diatur untuk mengambil sejumlah napas per menit. 

2 dari 3 halaman

Indonesia Masih Kekurangan Ventilator untuk Pasien Corona Covid-19

Dalam menghadapi pandemi corona Covid-19, Indonesia ternyata masih memerlukan lebih banyak ketersediaan ventilator. Dilansir dari akun twitter pribadi presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ia mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi telah meminta Amerika Serikat membantu ketersediaan ventilator untuk Indonesia.

Sebenarnya, industri dalam negeri kita sudah mampu membuat ventilator sendiri. Namun karena kondisi pandemi yang sangat masif saat ini, industri kita belum mampu memenuhi kebutuhan yang meningkat. 

Dengan tersedianya alat ini, maka banyak nyawa pasien corona Covid-19 yang bisa terselamatkan hingga menekan angka kematian yang begitu besar. 

3 dari 3 halaman

Produksi ventilator baru di Indonesia

Jokowi: Jangan Ada Data Corona Yang Ditutupi Lagi

Merespon kebutuhan ventilator yang meningkat akibat pandemi, berbagai pihak mencoba memproduksi ventilator. Melansir dari laman resmi Institut Teknologi Bandung (ITB), baru-baru ini tim dosen ITB mengembangkan Airgency: Emergency Automatic Bag Ventilator yang merupakan sebuah ventilator portabel untuk menangani pasien corona Covid-19 dengan menggunakan teknologi ambu-bag atau kantong udara.

Temuan ini menjadi inovasi dalam penanganan pasien corona Covid-19, khususnya bagi pasien tahap paling kritis yang mengalami disfungsi paru-paru sehingga tak dapat bernapas dan membutuhkan alat pernapasan ini.

Sebelumnya, ventilator dengan teknologi ambu-bag telah digunakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), namun tenaga medis harus menekannya terus-menerus sehingga bisa membuat kelelahan dan berisiko terpapar corona Covid-19. Oleh sebab itu, alat Airgency yang dikembangkan oleh tim dosen ITB ini berfokus pada teknologi ventilator dengan ambu-bag otomatis.

Merespon kebutuhan ventilator, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga mengungkapkan bahwa dua perusahaan BUMN, yaitu PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sudah bisa memproduksi ventilator.

Jika selama impor, harga ventilator mencapai 500-700 juta rupiah per unit maka dapat turun menjadi 10-15 juta rupiah per unit untuk produksi PT Pindad bagi tipe pasien akut, dan PT Dirgantara Indonesia bagi pasien moderat.

Kedua BUMN tersebut diharapkan dapat memproduksi ratusan ventilator dalam hitungan minggu atau bulan. Sehingga kebutuhan terkait ventilator di rumah sakit bisa terpenuhi.

 

Beri Komentar