Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi Melakukan Perawatan Body Contouring Pada Payudara. (Source: Shutterstock)
Dream - Belakangan beredar kabar seorang pasien wanita meninggal setelah menjalani prosedur suntik filler payudara di salah satu hotel di Jakarta. Prosedur medis tersebut mengundang perhatian sejumlah dokter kulit yang sejak lama menyarankan tindakan tersebut tak boleh dijalankan.
Filler atau suntik payudara merupakan prosedur body contouring yang diklaim tidak aman untuk dilakukan oleh dokter sekalipun.
" Namanya tindakan ILEGAL mau itu dokter sekalipun yang kerjakan, ya tetap gak boleh. Udah tau ilegal kok dikerjakan, artinya membahayakan orang lain," ujar Dokter Spesialis Kulit, Listya Paramita dalam salah satu konten TikToknya..

Dia pun menambahkan artikel yang menunjukkan bahwa larangan suntik silikon atau filler untuk body contouring dilarang secara langsung oleh FDA (Food and Drug Administration) atau badan seperti BPOM di Indonesia.
Suntikan silikon atau filler untuk body contouring tidak hanya bisa terjadi pada payudara. Pada beberapa kasus, suntikan silikon atau filler juga dilakukan di bokong. Tentunya, tindakan tersebut tetap dinilai ilegal dan tidak dianjurkan karena dapat membahayakan nyawa seseorang.
" Kalau ingin memperbesar payudara yang aman, silahkan ke dokter spesialis bedah plastik untuk tindakan pasang implan atau fat transfer," tutupnya.
Lihat penjelasan lengkapnya:
@drmita.spkk FILLER PAYUDARA ILEGAL & BAHAYA!!!!! #fillerpayudara #ilegal #fillersinjection #viraltiktok #viralditiktok #filler ♬ original sound - Dokter Mita
Dream - Kepuasan akan bentuk tubuh 'ideal' terus dicari perempuan lewat estetika kecantikan. Mulai dari perawatan hingga operasi ditempuh demi bentuk tubuh sempurna.
Salah satunya memperbaiki ukuran payudara. Ukuran payudara terlalu besar, terlalu kecil atau bentuknya yang kurang ideal menjadi alasan utama untuk melakukan operasi.
Membuat Payudara Terlihat Lebih Besar dengan Teknik Kontur
Menurut Enrina Diah, Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi Estetik dan Konsultan Kraniofasial, memperbaiki ukuran payudara biasa dilakukan perempuan usia 19-65 tahun. Caranya pun beragam.
“ Prosedur operasi yang aman adalah menggunakan implan atau fat transfer. Bisa juga dengan filler, tapi cairan yang digunakan kurang aman untuk kesehatan payudara," ujar Enrina di Ultimo Clinic, Rabu 9 Mei 2018.
© © Cynthia Amanda Male
(Enrina Diah, Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi Estetik dan Konsultan Kraniofasial/Foto: Cynthia Amanda Male/Dream)
Implan diklaim sebagai cara paling aman karena menggunakan high strength cohesive gel yang biasanya ditanam di bawah otot.
“ Implan bersifat lebih mudah untuk ditanam dan dilepas lagi di kemudian hari. Karena dia bersifat seperti gel yang tidak akan menyatu dengan otot," katanya.
Sementara fat transfer, dilakukan dengan cara memindahkan lemak di perut ke payudara. Hal ini cukup aman dilakukan karena memakai zat yang sudah ada di dalam tubuh.
“ Prosedur ini jadi yang termurah dan paling sering dilakukan. Tapi, lemak itu bisa mengeras dan menyatu dengan payudara. Makanya lebih sulit dikeluarkan,” ungkapnya.
Kemudian filler menjadi satu-satunya cara berbahaya. Sebab banyak kasus yang terjadi dan berakibat fatal.
“ Cairan yang dimasukkan ke dalam payudara dengan cara suntik filler, dinilai kurang aman. Karena cairan itu bisa menyumbat pembuluh darah ke jantung dan menyebabkan benjolan, infeksi atau kematian,” jelasnya.
Keracunan Silikon Implan, Wanita Jerawatan dan Migrain Selama 7 Tahun
Ketiga teknologi ini sudah hadir sekitar lebih dari 10 tahun lalu. Namun, masih terus diuji keamanannya bagi pasien.
Hingga kini, implan masih menjadi prosedur paling aman bagi yang ingin melakukan operasi payudara. Fat transfer dianjurkan bagi yang ingin memperbaiki ukuran bokong.
“ Awalnya filler dilarang di Amerika. Sekarang sudah dilarang di Eropa. Semoga di Indonesia Multi diedukasikan untuk tidak menjalani prosedur tersebut,” tutupnya. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya