Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Kiehl’s
Dream - Di dunia kecantikan, dukungan untuk keberlangsungan adanya hewan sebagai makhluk hidup tak cuma soal No Animal Testing atau Animal Cruelty Free saja.
Buat yang belum tahu, No Animal Testing merupakan tanda sebuah produk tidak melakukan uji coba pada hewan sebagai subyek sebagai percobaan.
Sedangkan Animal Cruelty Free adalah tanda sebuah produk tidak menggunakan bahan baku hewan hingga proses produksinya.
Melindungi serta mendukung satwa agar bisa tetap menghirup udara segar juga dilakukan Kiehl's sebagai brand produk perawatan kulit dan rambut dengan kualitas bahan alami yang unik.
Lewat kampanye #PelukUntukOrangUtan, Kiehl's ingin membantu menyelamatkan habitat orang utan serta satwa penting lainnya yang ada di dalam hutan lindung karena mereka memiliki peran penting dalam ekosistem rantai makanan.
Wajib kita tahu jika orang utan tak hidup di habitatnya dapat berdampak buruk bagi populasi orang utan dan hutan.
Misalnya pada orang utan dapat terjadi penurunan kualitas kesehatan yang berpengaruh pada kemampuan untuk berkembang biak, rentan mengalami konflik dengan manusia, keterbatasan ruang gerak, dan rendahnya kelangsungan hidup orang utan.
Sedangkan dampak bagi hutan bakal tidak adanya hewan hutan sehingga proses penyerbukan atau penyebaran biji tidak berlangsung sempurna.
Lalu ketidakhadiran orang utan pada sebuah ekosistem hutan hujan tropis dapat mengakibatkan kepunahan jenis-jenis tumbuhan yang penyebarannya tergantung pada orang utan.

" Kami menyadari bahwa mengembalikan hutan ke orang utan merupakan tanggung jawab kita bersama. Peran serta masyarakat dan komunitas sangat penting untuk dapat mewujudkan hal ini," kata Venny Septianita
Brand General Manager Kiehl’s Indonesia pada keteranganya, Senin, 7 Maret 2022.
Hal itu senada disampaikan Ratih Loekito selaku Director of Development & Marketing YKAN (Yayasan Konservasi Alam Nusantara) bahwa ancaman terbesar lestarinya orang utan adalah manusia.
" Kita telah membuat rumah mereka terus terdesak. Saatnya kita bergandengan tangan menciptakan rumah yang nyaman bagi spesies yang berbagi 97% DNA dengan kita: orang utan,” jelas Ratih.
Untuk itu, #PelukUntukOrangUtan yang merupakan sebuah simbol kepedulian dan dukungan terhadap upaya perlindungan habitat orang utan, setiap Gesture of Love yang diberikan akan dikonversi menjadi kontribusi sebesar Rp25 ribu untuk melestarikan Hutan Lindung Wehea-Kelay, habitat orang utan Kalimantan.
Selain itu, Kiehl's juga menyediakan beberapa cara agar kamu bisa mengikuti#PelukUntukOrangUtan melalui tantangan misi yang berlangsung di Instagram @kiehlsid dan pembelian produk spesial.

Setiap pembelian dari Kiehl’s Ultra Facial Cream dengan stiker khusus, Sahabat Dream telah berkontribusi sebesa Rp25 ribu untuk melestarikan Hutan Lindung Wehea-Kelay, habitat orang utan Kalimantan.
Tak berhenti di situ saja, Kiehl’s memberi lapak untuk kamu yang ingin mengembalikan kemasan bekas produk Kiehl’s di toko Kiehl’s terdekat untuk didaur ulang.
Jumlah botol yang terkumpul nantinya akan dikontribusikan untuk kampanye #PelukUntukOrangUtan, demi kelestarian habitat orang utan.

Terakhir, kamu bisa ramaikan #PelukUntukOrangUtan dengan ikut menonton virtual concert yang menghadirkan musisi Nadin Amizah dan Pradikta Wicaksono sebagai Kiehl’s Personality Partner #PelukUntukOrangUtan
Jumlah penonton virtual konser akan dihitung sebagai kontribusi dalam upaya pelestarian habitat orang utan.


“ Orang utan perlu rumah untuk bernaung dan hidup. Kontribusi kita dapat membantu mereka tetap hidup lestari dan untuk keberlangsungan ekosistem hidup kita," kata Pradikta Wicaksono yang akrab disapa Dikta.
" Sekecil apapun kontribusi kita, berharga dan dapat membantu mengembalikan habitat orang utan, salah satunya dengan berkontribusi melalui kampanye Kiehl’s #PelukUntukOrangUtan," tambah Dikta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya