Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Memakai Skincare. (Source: Shutterstock)
Dream - Produk perawatan kulit berbahan alami/ herbal seringkali diklaim lebih aman dan efektif untuk setiap orang. Maka dari itu, cukup banyak produk dari sejumlah merek tertentu yang mempromosikan produknya dengan mengklaim bahwa kandungannya merupakan bahan alami.
Sebenarnya, kandungan berbahan alami tidak jauh berbeda dengan bahan kimia. Kandungan yang bersifat sintetis atau bahan kimia pada produk tidak selamanya berbahaya. Begitu pula dengan bahan alami atau natural yang tidak selamanya aman bagi kesehatan kulit.
Berdasarkan penuturan dr. Arthur Simon, spesialis kulit dalam akun Instagram resminya @dokterkulitkucom, bahan sintetis memiliki arti bahwa kandungan suatu produk dibuat di laboratorium untuk mereplikasikan khasiat dari bahan natural.
Proses tersebut tidak membuat suatu kandungan lebih buruk dibandingkan bentuk alaminya. " Seringkali yang dibuat di lab ini justru lebih bagus loh, performance-nya," ungkap dr. Arthur.

Bahan sintetis bisa saja lebih bagus dan aman karena kebersihannya terjamin. Kadar kandungan yang akan disertakan dalam produk juga lebih stabil dan akurat.
" Sedangkan yang langsung dari alam itu kadarnya banyak tergantung kondisi lingkungan dan cara prosesnya," tulisnya.
Pemakaian skincare atau produk berbahan sintetis pun bisa jadi lebih aman. Jadi, kamu tidak perlu khawatir ketika menggunakan produk berbahan kimia.
Kamu hanya perlu mengenali fungsi dari setiap kandungan pada skincare agar perawatan yang dilakukan efektif serta sesuai dengan kebutuhan kulitmu. (mut)
Dream - Meski telah banyak panduan untuk memilih tabir surya yang tepat, tidak sedikit wanita maupun pria belum mengerti cara memilihnya.
Mungkin, kamu sudah bisa menentukan pilihan ketika dihadapkan pada jenis tabir surya yang bersifat chemical dan physical. Namun, tahukah kamu cara membaca kandungan SPF serta PA dalam tabir surya?
8 Manfaat Masker Daun Kelor, Kaya Nutrisi yang Ampuh Membuat Kulit Lebih Sehat dan Cantik
Biasanya, tabir surya memiliki keterangan kedua kandungan tersebut di depan kemasannya. SPF sendiri ditandai dengan angka 15, 30, 45, 50, 90, hingga 100.
Sedangkan PA ditandai dengan tanda plus yang berjumlah 1-4. Kedua keterangan tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Tabir surya yang hanya memiliki SPF (Sun Protection Factor) akan melindungimu dari sinar UVB (ultraviolet B).
© © Shutterstock
UVB sendiri dapat menyebabkan kulit terbakar, iritasi, serta kanker kulit. Angka SPF pada kemasan juga memiliki artinya masing-masing. Semakin besar angka yang ditunjukkan, semakin besar pula kemampuan serta waktu tabir surya untuk menahan sinar UVB.
5 Kunci Biar Mahkota Selalu Wangi dan Segar
Berikut kemampuan masing-masing besaran kandungan SPF pada tabir surya untuk menahan sinar UVB:
© © Shutterstock
Sedangkan dari segi waktu, kamu hanya perlu mengkalikan besaran SPF dengan kemampuan kulit normal manusia ketika berada di bawah sinar matahari, yaitu 10 menit.
Cara Pintar Manjakan Area Kulit Mata Biar Tampak Awet Muda
Jadi jika kamu menggunakan tabir surya dengan SPF 50, itu artinya kulitmu akan terlindungi dari sinar matahari selama 500 menit atau 8 jam.
© © Shutterstock
Jika SPF bisa melindungi dari sinar UVB, PA (Protection Grade of UVA) pada tabir surya berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit dari sinar UVA (Ultraviolet A).
Rutin Bersihkan Bibir, Jaga Kulitnya Selalu Sehat Biar Lipstik Merona
UVA sendiri mampu menyebabkan hiperpigmentasi, kerutan, pengenduran, serta penuaan dini. Tanda plus yang tertulis setelah 'PA' merupakan tanda tingginya kemampuan tabir surya untuk melindungi kulit di bawah matahari.
© © Shutterstock
Sedangkan untuk lamanya perlindungan yang didapatkan dari masing-masing PA, kamu bisa menghitungnya dengan metode PPD (Persistent Pigment Darkening).
Ketahui Hal Ini Sebelum Melakukan Peeling
Sama seperti menghitung lamanya perlindungan SPF, kamu juga harus mengkalikan PPD dengan 10 menit pertahanan kulit normal manusia. Sehingga jika menggunakan tabir surya dengan PA ++++, itu artinya kamu bisa terlindungi selama 160 menit di bawah sinar matahari.
Terlepas dari kandungan SPF dan jumlah PA, kamu juga harus memperhatikan kecocokan tabir surya dengan kulitmu. Perhatikan juga kandungan pada tabir surya agar manfaatnya lebih optimal.
© © SNP
Viral Reviewer Kocak Tante Lala Ulas Produk Makeup, Lihat 3 Videonya yang Bikin `Sakit Perut`
Kamu bisa mencoba tabir surya SNP UV Perfect Air Cool Sun Cream yang memiliki SPF 50 dan PA ++++. Sehingga, kamu bisa terlindungi dari paparan sinar UVA maupun UVB.
Selain itu, tabir surya ini juga tidak memberikan white cast. Jadi, penampilan wajahmu tetap natural dan tidak terasa lengket.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya