Apakah Mobil Aman Kalau Tersambar Petir? (Foto: Shutterstock)
Dream – Musim hujan seperti saat ini sering kali disertai dengan suara petir yang menggelegar. Dalam kondisi ekstrem, kilatan petir bahkan bisa sampai ke tanah dan membuat orang ketakutan.
Sebagai pengendara mobil, pasti kamu juga pernah berkendara di tengah cuaca hujan lebat disertai petir. Dalam beberapa kasus, petir juga bisa menjadi kendaraan sebagai sasaran empuk.
Dikutip dari Liputan6.com yang melansir Carsifu, Kamis 2 Januari 2020, Allgemeiner Deutscher Automobil-Club (ADAC) yang merupakan klub mobil terbesar di Jerman, mengungkapkan fakta mengejutkan. Mobil yang tersambar petir ternyata tak akan membahayakan penumpang.
Menurut ADAC, mobil seperti sangkar Faraday, sehingga badan logamnya mengalihkan muatan listrik langsung ke tanah. Hal ini juga berlaku untuk mobil convertible (atap terbuka) yang dilengkapi dengan batang logam yang mengarahkan arus listrik.
Selain itu, rangka kaca depan, batang, dan mekanik atap juga membantu untuk menjadi sangkar Faraday. Tentu saja, sistem itu bekerja jika atap mobil ditutup.
Jika berkendara dalam kondisi badai, yang pertama kali harus dilakukan adalah menutup jendela. Kalau memungkinkan, tarik semua antena.
Ingat, jangan sampai menyentuh bagian logam yang berada di bodi mobil.
Jika petir menyambar kendaraan secara langsung, hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada elektronik, cat atau ban. ADAC menyarankan agar ban diperiksa di bengkel khusus setelah sambaran petir.
Sayangnya, ADAC tak memberikan gambaran risiko spesifik atau tambahan untuk mobil listrik. Ini perlu diperhatikan kalau model yang seluruhnya terbuat dari plastik.
Bodi mobil yang terbuat dari konstruksi plastik dan diperkuat kaca, takkan memberikan perlindungan yang baik.
Namun, lapisan luar aluminium atau plastik yang menutupi bingkai logam juga akan bertindak seperti sangkar Faraday.
(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)
Dream – Mobil low cost green car (LCGC) menjadi alternatif bagi mereka yang ingin memiliki kendaraan dengan harga terjangkau. Tak hanya murah meriah, kendaraan ini juga terbilang ramah lingkungan.
Sebelum memutuskan memboyong kendaraan ini, ada baiknya kamu memahami lima “ penyakit” mobil LCGC, dikutip dari Auto2000, Senin 31 Desember 2019.
Pertama, AC mobil kurang dingin. Kalau dirasa kurang dingin, kamu bisa mengecek kembali apakah ada kebocoran freon atau bahkan extra fan yang kurang berputar dengan sempurna. Selain itu kamu bisa menghindari parkir di bawah terik matahari agar bisa mendinginkan kabin lebih cepat saat AC dihidupkan.
Kedua, suara mesin berubah jadi kasar. Suara mesin mobil yang berubah menjadi kasar sebenarnya tidak hanya terjadi di mobil LCGC saja, namun semua mobil bisa mengalami hal ini.
Penyebab utamanya adalah penggunaan bahan bakar dengan oktan di bawah standar yang ditentukan pabrik. Sebaiknya kamu bisa buka kembali buku panduan kendaraan dan cek berapa oktan yang dianjurkan oleh pabrik untuk mobil kamu.
Ketiga, rem mobil berbunyi dan bergetar. Dalam jangka waktu yang lama, terkadang rem mobil kamu berbunyi dan bergetar saat diinjak, hal ini sering terjadi di mobil LCGC.
Jika kamu mengalami hal ini, sebaiknya jangan menunda untuk memeriksakannya ke bengkel. Bisa saja kampas rem sudah habis atau ada masalah pada cakram rem mobil kamu.
Keempat, mobil sering overheat. Jika mobil kamu sering overheat, tentu akan berbahaya bagi mesinnya karena biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki akan sangat mahal. Jika sudah pernah mengalami overheat, kamu harus cek apakah fan pendingin mesin berputar normal atau tidak, serta cek juga kondisi radiator apakah airnya masih penuh atau terjadi kebocoran.
Mengganti air radiator secara berkala juga bisa kamu lakukan untuk mencegah overheat, karena air radiator yang gak pernah diganti bisa menimbulkan kerak yang menghambat saluran radiator dan mesin menjadi panas.
Kelima, mobil bergetar. Jika kamu merasakan mobil LCGC terlalu bergetar saat dipacu dalam RPM tinggi maka itu adalah hal wajar karena kebanyak LCGC menggunakan mesin 3 silinder yang akan bekerja keras jika dipacu dalam kecepatan tinggi.
Selain itu kamu juga bisa mengecek engine mounting mobil kamu jika sudah terasa getaran yang terlalu keras dan mengganggu. Kamu juga bisa memasang peredam tambahan di mobil untuk mengurangi efek rasa getaran dan berisik dari luar kabin yang masuk ke dalam.